TVRINews, Jakarta
Menteri Transmigrasi (Mentrans), Iftitah Sulaiman menegaskan pembangunan transmigrasi saat ini tidak cukup hanya menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat. Program transmigrasi harus mampu menciptakan keterampilan, pekerjaan, serta sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Iftitah saat berdialog dengan warga Kawasan Transmigrasi Momiwaren. Menurutnya, pembangunan kawasan transmigrasi harus memberikan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.
"Program transmigrasi hari ini adalah memampukan rakyat Papua agar memiliki keterampilan dan kemampuan untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 14 September 2026.
Kemudian Iftitah mengatakan, pembangunan rumah dan infrastruktur tetap penting, namun harus terhubung dengan kegiatan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan tidak ingin program transmigrasi hanya berorientasi pada pemindahan tempat tinggal.
"Saya tidak mau memindahkan orang hanya untuk memindahkan tempat tidurnya. Saya ingin ketika orang berpindah, ada pekerjaannya," tegasnya.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung produktivitas pertanian. Salah satunya Sutikno, warga transmigran, yang menyebut petani masih membutuhkan alat pengolahan lahan dan mesin panen.
"Pertanian kami di bidang persawahan masih kekurangan alat-alat pertanian, terutama bajak dan alat untuk panen. Jalan produksi sebagian sudah dibangun, tetapi masih perlu dilanjutkan," kata Sutikno.
Selain alat pertanian dan jalan produksi, warga juga menyampaikan kebutuhan peningkatan ketersediaan pupuk untuk mendukung hasil pertanian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Iftitah meminta jajaran Kementerian Transmigrasi mencatat kebutuhan warga dan mengoordinasikan tindak lanjutnya dengan instansi terkait. Dukungan tersebut diharapkan sesuai dengan kebutuhan sekaligus potensi ekonomi kawasan.
Kementerian Transmigrasi bersama TEP ITS juga tengah memetakan potensi perkebunan, peternakan, perikanan, dan usaha masyarakat di kawasan tersebut. Pemetaan dilakukan untuk menentukan komoditas unggulan yang layak dikembangkan, termasuk peluang pasar dan teknologi pengolahannya.
Potensi sektor perikanan turut menjadi perhatian, khususnya di wilayah pesisir Oransbari. Komoditas seperti tuna, kerapu, dan lobster dinilai berpeluang menjadi sumber pekerjaan dan pendapatan baru bagi masyarakat.
Menurut Iftitah, potensi tersebut perlu didukung dengan keterampilan, sarana produksi, pengolahan hasil, hingga akses pasar agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pembangunan kawasan transmigrasi. Warga tidak hanya menjadi penerima program, tetapi turut menentukan kebutuhan, potensi yang akan dikembangkan, serta bentuk pendampingan yang diperlukan.
Melalui Transformasi Transmigrasi, pemerintah mengarahkan pembangunan Momiwaren agar tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi mampu meningkatkan produktivitas, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan nilai jual hasil bumi dan laut, serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.










