TVRINewd, Jakarta
Sebanyak 1.960 satuan pendidikan di wilayah terdampak gempa bumi Magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur, masih menyelenggarakan pembelajaran dalam moda darurat.
Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Saryadi, mengatakan pembelajaran darurat dilaksanakan dengan memanfaatkan tenda, ruang terbuka, maupun ruang kelas darurat.
Data hasil pemantauan bersama hingga 10 September 2026 mencatat sebanyak 2.447 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA, SMK, dan SLB terdampak gempa. Dari jumlah tersebut, 1.960 satuan pendidikan masih menjalankan pembelajaran dalam kondisi darurat, sementara 487 satuan pendidikan telah kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka secara normal di ruang kelas.
“Pembelajaran terus berjalan. Dari 2.447 sekolah yang dilaporkan terdampak, sebanyak 1.960 satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran dalam moda darurat. Yang dilaksanakan di tenda, di ruang terbuka, maupun ruang kelas darurat,” kata Saryadi dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui zoom, Senin, 14 September 2026.
Saryadi menyebut, pembelajaran tatap muka terbatas telah dimulai secara bertahap sejak akhir Agustus hingga awal September 2026. Peserta didik kelas 6, 9, dan 12 menjadi prioritas, terutama untuk mempersiapkan mereka menghadapi Tes Kemampuan Akademik pada Oktober mendatang.
Kemendikdasmen memastikan pelaksanaan pembelajaran pascabencana tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan pendidik. Moda serta waktu pembelajaran disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah, disertai dukungan psikososial bagi warga satuan pendidikan.
Untuk mendukung kegiatan belajar, Kemendikdasmen telah mendistribusikan 100 tenda kelas darurat senilai Rp5,5 miliar ke tujuh kabupaten terdampak. Tenda tersebut tersebar di Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Ngada, dan Ende.
Namun, kebutuhan ruang belajar sementara masih besar. Pemerintah mencatat tenda dan terpal darurat tidak akan mencukupi untuk digunakan dalam beberapa bulan ke depan, terutama karena sejumlah wilayah mulai memasuki musim hujan.Karena itu, Kemendikdasmen menyiapkan ruang darurat yang lebih tahan dengan memanfaatkan bahan lokal dan atap yang lebih kuat.
Pemerintah bersama pemerintah daerah dan mitra pembangunan terus melakukan pendataan, pemulihan sarana pendidikan, serta pendampingan agar proses belajar anak-anak di Flores tetap berlangsung di tengah masa pemulihan pascagempa.










