TVRINews, Jakarta
Pemerintah merevitalisasi Stasiun Gambir guna mengintegrasikan layanan kereta komuter dan antarkota untuk meningkatkan efisiensi serta kenyamanan penumpang.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan rencana pemerintah untuk melakukan transformasi pada Stasiun Gambir, Jakarta. Stasiun ikonik ini nantinya tidak hanya akan melayani kereta jarak jauh, tetapi juga akan menjadi titik pemberhentian Kereta Rel Listrik (KRL).
Langkah ini diambil untuk memperkuat konektivitas moda transportasi sekaligus meningkatkan pelayanan perkeretaapian nasional. Menhub menjelaskan, transformasi tersebut merupakan bagian dari program beautifikasi (memperindah) yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

(Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi. (Foto: Instagram/kemenhub151))
"Nanti (Stasiun) Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh, akan dikombinasikan dengan layanan KRL," ujar Dudy, dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.
Wajah Baru dan Fasilitas Modern
Melalui program beautifikasi ini, pemerintah ingin menghadirkan wajah baru Stasiun Gambir yang lebih representatif, modern, dan nyaman. PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah ditunjuk sebagai *leading sector* untuk melaksanakan pengembangan fungsi stasiun agar dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.
Menhub menegaskan bahwa kehadiran KRL di Stasiun Gambir tidak akan mengganggu fungsi Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral. Sebaliknya, kedua stasiun tersebut akan memiliki fungsi yang saling melengkapi guna memperkuat integrasi jaringan perkeretaapian di Jakarta.
"Keberadaan layanan KRL di Gambir diharapkan memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan kereta jarak jauh tanpa harus berpindah ke stasiun lain, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien," jelasnya.
Penyesuaian Infrastruktur
Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah saat ini tengah menyiapkan penambahan jalur rel guna mengakomodasi operasional kereta jarak jauh dan KRL secara bersamaan. Mengenai frekuensi perjalanan KRL yang akan beroperasi di sana, Kemenhub akan melakukan kajian lebih lanjut menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
"Mengenai berapa jumlah KRL, nanti kita akan melihat kondisinya, namun dipastikan layanan di Stasiun Gambir akan melayani kereta jarak jauh maupun kereta listrik atau KRL," imbuh Menhub.
Dengan pengembangan ini, Stasiun Gambir diproyeksikan menjadi simpul transportasi yang menghubungkan layanan komuter dan antarkota dalam satu kawasan yang terintegrasi secara optimal, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.










