TVRINews, Jakarta
PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menempatkan keselamatan sebagai aspek utama dalam setiap operasional kereta api.
Sebagai langkah nyata, VP Public Relations KAI Anne Purba menyatakan telah menutup sebanyak 657 perlintasan sebidang dalam tiga tahun terakhir untuk meningkatkan keselamatan perjalanan sekaligus mengurangi potensi gangguan di jalur kereta api.
“Keselamatan adalah prioritas utama KAI. Oleh karena itu, kami terus melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak memenuhi regulasi. Sepanjang Januari hingga 20 Agustus 2025 saja, KAI telah menutup dan menyempitkan 225 perlintasan sebidang. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat,” ujar Anne.
Penutupan dilakukan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 94 Tahun 2018 Pasal 2, yang mengatur kewajiban penutupan perlintasan tanpa Nomor JPL, tidak dijaga, atau tidak berpintu dengan lebar kurang dari 2 meter.
Upaya ini juga sejalan dengan UU No. 23/2007 tentang Perkeretaapian serta UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Anne menegaskan perlintasan sebidang merupakan titik rawan gangguan keselamatan. Karena itu, penutupan sesuai regulasi dilakukan untuk melindungi penumpang kereta api maupun pengguna jalan.
KAI mencatat sepanjang 2025 jumlah gangguan keselamatan di perlintasan sebidang turun 19 persen dibanding periode yang sama pada 2024. Penurunan ini dinilai sebagai hasil dari program penutupan, sosialisasi, dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Selain penutupan, KAI gencar melakukan sosialisasi keselamatan bersama Dinas Perhubungan, komunitas railfans, dan masyarakat.
Ribuan spanduk peringatan dipasang di lokasi rawan, ratusan bangunan liar di sekitar jalur kereta ditertibkan, serta edukasi langsung kepada masyarakat terus digalakkan.
Di sisi lain, KAI juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat untuk mendorong perubahan perlintasan sebidang menjadi tidak sebidang melalui pembangunan flyover atau underpass.
Perawatan serta peningkatan sarana prasarana di perlintasan resmi pun dilakukan secara berkelanjutan.
“Dengan berbagai langkah preventif ini, kami berharap tingkat keselamatan perjalanan kereta api semakin meningkat. KAI berkomitmen menghadirkan transportasi massal yang aman, andal, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tutur Anne.
Baca juga: Profil Rusdi Masse, Politisi NasDem Pengganti Ahmad Sahroni di Komisi III DPR










