TVRINews, Ternate
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi memuji keindahan Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara, saat menghadiri pesta adat masyarakat setempat. Kunjungan ini merupakan momen pertamanya menginjakkan kaki di pulau tersebut untuk menyaksikan pagelaran tari Salai Jin yang digelar empat tahun sekali serta kesenian tradisi bambu gila warisan Kesultanan Ternate.
Viva Yoga menyampaikan rasa kagumnya terhadap pesona panorama alam Pulau Hiri serta kekayaan nilai kebudayaan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat.
"Pulau yang indah, dari sini bisa melihat keagungan Gunung Gamalama," ujar Viva Yoga dalam keterangannya, Minggu 23 Agustus 2026.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kedudukan adat dan budaya dalam membangun tata kehidupan sosial serta menjaga keharmonisan lingkungan.

"Adat dan budaya merupakan pola bagaimana mengatur hubungan dengan sesama manusia, masyarakat, dan alam semesta," tuturnya.
Viva Yoga memaparkan bahwa kekayaan tradisi, ritual, kuliner, bahasa, dan seni merupakan warisan nasional yang tak ternilai harganya. Meskipun Indonesia memiliki 17.503 pulau, ribuan bahasa, serta beragam suku dan agama, seluruh elemen bangsa tetap bersatu.
"Itu semua adalah kekayaan yang sangat luar biasa. Meski beragam namun berkomitmen membentuk satu bangsa. Satu bangsa, satu negara, bernama Indonesia," tegasnya.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada Kesultanan Ternate yang berdiri sejak tahun 1251 dan konsisten menjaga kelestarian tradisi hingga saat ini. Pemerintah berkomitmen mendukung pelestarian tersebut, termasuk melalui upaya digitalisasi agar warisan budaya lokal tetap hidup dan dikenal dunia.
"Kekayaan dari Kesultanan Ternate, Kita jaga bahkan dimodifikasi secara digital agar lestari hingga bisa menjadi catatan dunia," tuturnya.

Selain menghadiri agenda kebudayaan, Viva Yoga menegaskan bahwa Provinsi Maluku Utara memiliki posisi vital bagi Kementerian Transmigrasi karena menjadi salah satu sentra produsen beras.
Kawasan transmigrasi yang tersebar di Kawasan Morotai, Patlean (Halmahera Timur), Sagea Waleh (Halmahera Tengah), Bacan (Halmahera Selatan), Payahe (Kota Tidore), Mangoli (Kabupaten Sula), Toliwang (Halmahera Utara), Nusliku (Halmahera Selatan), dan Maba (Halmahera Timur) terus didorong untuk meningkatkan produktivitas panennya.
Kementerian Transmigrasi berkomitmen untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendukung fasilitas di kawasan tersebut guna menggenjot hasil pertanian daerah.
"Sehingga apa yang dibutuhkan dari kawasan transmigrasi akan Kita realisasikan," pungkasnya.










