TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menuturkan jika pemerintah sampai saat ini masih terus mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan udara di enam provinsi prioritas. Hal tersebut, diungkapkan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika saat ini fokus penanganan tidak hanya memadamkan api yang telah muncul, tetapi juga mencegah perluasan kebakaran, melindungi masyarakat dari dampak asap, serta memastikan setiap titik api yang terdeteksi segera diverifikasi dan ditangani.
“Pemerintah terus mengoptimalkan operasi darat dan udara di enam provinsi prioritas. Fokus kami bukan hanya untuk memadamkan api yang sudah muncul, tetapi mencegah perluasan kebakaran, melindungi masyarakat dari dampak asap, dan memastikan setiap titik yang terdeteksi segera diverifikasi serta ditangani,” ujar Berton pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Di mana, enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Berton menuturkan jika operasi yang dilakukan oleh Satgas Darat dan Satgas Udara melalui patroli udara, water bombing, serta Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang disesuaikan dengan kondisi meteorologi dan kebutuhan di lapangan.
Ia juga menuturkan, jika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah untuk meninjau langsung penanganan karhutla pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden memimpin rapat koordinasi sekaligus memberikan instruksi percepatan pemadaman karhutla secara serentak di wilayah Kalimantan yang terdampak.
“Adapun arahan Presiden dalam penanganan karhutla meliputi penambahan 17 helikopter water bombing untuk memperkuat armada Satgas Udara di Kalimantan,” ucapnya
Kemudian, penambahan mesin pompa dan pipa di seluruh kabupaten/kota terdampak dan mengerahkan tiga batalyon atau sekitar 1.500 prajurit TNI beserta alat pemadam perorangan untuk membantu pemadaman di titik-titik api.
“Lalu, penindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan, disertai penambahan tenaga kesehatan, penanganan dampak kesehatan, serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla,” tukasnya










