TVRINews, Jakarta
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar menegaskan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 tidak boleh berhenti sebagai ajang kompetisi. Menurutnya, MTQ harus menjadi momentum untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Ia menjelaskan, membaca dan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada kitab suci. Namun, tantangan yang lebih penting adalah menerjemahkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.
"Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan," ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 12 September 2026.
Menurutnya, semangat MTQ tidak hanya diarahkan untuk melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah berprestasi. Para peserta juga diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an ketika kembali ke lingkungan masing-masing.
Nasaruddin menekankan, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari siapa yang menjadi juara. Prestasi yang diraih di arena musabaqah harus dilanjutkan dengan keteladanan dan kontribusi positif di tengah masyarakat.
"Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh," tegasnya.
Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an dapat menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat, menghadirkan kemaslahatan, sekaligus membantu menjawab berbagai persoalan kehidupan.
Semangat tersebut juga tercermin dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI yang semakin inklusif. Tahun ini, penyandang disabilitas mendapat ruang untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an.
Salah satunya melalui ekshibisi Teman Tuli yang digelar pada 14–16 September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di berbagai daerah dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka mengikuti golongan Tilawah berupa membaca Al-Qur’an dengan bahasa isyarat serta golongan Kitabah berupa menulis Al-Qur’an Isyarat.
Kementerian Agama juga memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat dalam momentum MTQ Nasional XXXI. Mushaf tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses Teman Tuli untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.
"Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang merangkul semua, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua," ucapnya.
MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah. Gelaran tersebut mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban".
Melalui MTQ tersebut, Kementerian Agama berharap lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat.










