TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah melakukan kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk memperkuat sinergi dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui peluncuran Beasiswa Cendekia Palestina dan Dalam Negeri. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang juga mencakup program pemberdayaan masyarakat berbasis perguruan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menambah dukungan pembiayaan pendidikan di luar skema beasiswa pemerintah. Menurutnya, dana zakat yang dihimpun BAZNAS dari para muzaki dapat dimanfaatkan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat melanjutkan pendidikan tinggi.
“Ini menjadi berita gembira bagi insan perguruan tinggi karena akan memperluas akses pendidikan tinggi,” ujar Brian kutip Jumat, 11 September 2026.
Selain menyediakan beasiswa, kata dia Kemdiktisaintek dan BAZNAS juga akan mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan kampus. Nantinya, Mahasiswa dapat terlibat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik maupun program pengabdian kepada masyarakat, sehingga pendidikan berjalan seiring dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut turut menghadirkan dukungan khusus bagi mahasiswa asal Palestina. Brian menilai program ini tidak hanya membantu akses pendidikan bagi warga Palestina, tetapi juga memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi Indonesia melalui peningkatan jumlah mahasiswa asing di kampus.
Untuk program Palestina, BAZNAS mengalokasikan dana sebesar Rp22 miliar yang akan membiayai 200 mahasiswa melalui 22 perguruan tinggi mitra di Indonesia.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menjelaskan Beasiswa Cendekia telah berjalan sejak 2017 dan telah menjangkau sekitar 8.000–10.000 penerima manfaat. Hingga kini, program tersebut bermitra dengan 246 perguruan tinggi, termasuk 112 kampus di bawah Kemdiktisaintek.
Pada 2026, Beasiswa Cendekia menargetkan 1.120 mahasiswa sebagai penerima, dengan minimal 10 mahasiswa di setiap perguruan tinggi mitra. Beasiswa diberikan selama empat semester dengan pendampingan hingga semester kedelapan, serta memiliki nilai bantuan Rp21 juta per mahasiswa. Program ini mencakup jenjang D3, S1, S2, dan S3, termasuk dukungan riset dan penyelesaian disertasi bagi mahasiswa pascasarjana.
Melalui kerja sama ini, Kemdiktisaintek dan BAZNAS berharap akses pendidikan tinggi semakin merata, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pendidikan, riset, dan pemberdayaan masyarakat melalui semangat Diktisaintek Berdampak.










