TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus mendorong pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi untuk mendukung penanganan persoalan sampah di DKI Jakarta. Di mana, hal tersebut terus dilakukan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Komitmen itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas percepatan pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Brian mengatakan, pihaknya mendapat arahan Presiden untuk ikut berkontribusi dalam mencari solusi atas persoalan sampah melalui pengembangan inovasi dan teknologi.
“Dari Bapak Presiden memang meminta kami bersama-sama mencari teknologi-teknologi apa yang mungkin untuk menyelesaikan masalah,” ujar Brian dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Jumat, 31 Juli 2026.
Menurutnya, Kemdiktisaintek telah menginventarisasi berbagai teknologi hasil penelitian perguruan tinggi yang berpotensi diterapkan dalam sistem pengelolaan sampah di Jakarta. Sejumlah inovasi tersebut saat ini juga telah dikaji bersama pemerintah daerah.
Beberapa teknologi yang dinilai memiliki peluang untuk diterapkan di antaranya biodigester, pengolahan melalui komposting, hingga hydrothermal carbonization (HTC). Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan jenis sampah dan kondisi di masing-masing wilayah.
Ia menambahkan, keberhasilan penerapan teknologi tidak hanya bergantung pada fasilitas pengolahan, tetapi juga pada pemilahan sampah sejak dari sumber. Menurutnya, proses tersebut menjadi fondasi agar teknologi dapat bekerja secara optimal.
Selain itu, Brian menilai pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang tersebar di berbagai wilayah dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi biaya distribusi sampah menuju tempat pengolahan.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, pemerintah provinsi kini mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sistem angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah. Sejumlah program juga terus dikembangkan, mulai dari penguatan fasilitas pengolahan, optimalisasi DPS 3R, pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF), hingga pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi, BUMN, maupun sektor swasta untuk memperluas penerapan berbagai teknologi pengolahan sampah yang telah menunjukkan hasil melalui proyek percontohan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan inovasi berbasis riset sekaligus mewujudkan sistem pengelolaan sampah perkotaan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.









