TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan Kementerian PU terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan dengan menyiagakan sarana pendukung, termasuk truk tangki air di sejumlah titik strategis.
Menurut Dody, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla dan kekeringan selama musim kemarau 2026 melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan penyediaan infrastruktur pendukung.

"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat," kata Dody Hanggodo dalam keterangan pers yang dikutip, jumat, 31 Juli 2026.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan per 29 Juli 2026, tercatat sebanyak 2.141 titik panas (hotspot) dan 381 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak mencapai 994,30 hektare. Wilayah Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, hingga kawasan perbatasan dengan Kota Banjarmasin menjadi daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi akibat dominasi lahan gambut, semak belukar, dan lahan terbuka yang mudah terbakar saat musim kemarau.
Untuk mendukung penanganan di lapangan, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Selatan menyiagakan tiga unit truk tangki air berkapasitas 4.000 liter per unit atau total 12.000 liter air siap pakai. Armada tersebut ditempatkan di tiga posko utama, yakni BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, BPBD Kota Banjarbaru, dan BPBD Kabupaten Banjar guna mendukung operasi pemadaman darurat.
Kepala BPBPK Kalimantan Selatan Denny Surya Martha mengatakan seluruh armada telah disiagakan untuk mempercepat distribusi air ke lokasi-lokasi yang membutuhkan penanganan.
"Total kapasitas air yang kami siapkan mencapai 12.000 liter untuk mendukung operasi penanganan darurat. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan agar distribusi bantuan dan dukungan di lapangan dapat berjalan secara cepat, tepat, dan efektif," ujar Denny.
Selain menyiagakan armada tangki air, Kementerian PU juga memperkuat berbagai langkah mitigasi melalui optimalisasi jaringan irigasi, pengeboran air tanah, distribusi air bersih, serta penguatan Satuan Tugas El Nino. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan sumber daya air sekaligus mengurangi risiko bencana hidrometeorologi selama musim kemarau.
Denny menegaskan, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana, tetapi juga kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
"Keberhasilan penanggulangan karhutla sangat bergantung pada sinergi antarlembaga dan kecepatan respons di lapangan. Kami akan terus mendukung upaya pemadaman melalui penyediaan sarana pendukung sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi," tegasnya.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penanggulangan bencana melalui penyediaan infrastruktur dan sumber daya yang dibutuhkan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai pihak diharapkan mampu menekan dampak karhutla serta melindungi masyarakat Kalimantan Selatan sepanjang musim kemarau.









