TVRINews, Lampung
Sebanyak 93 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Lampung dan sekitarnya berdasarkan pemantauan satelit NASA VIIRS. Data tersebut diterima TVRINews melalui akun Instagram Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Kamis, 10 September 2026.
Data yang diperbarui hingga pukul 08.11 WIB itu menunjukkan terdapat 88 titik hotspot dengan tingkat kepercayaan normal dan 5 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara itu, tidak terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah.
Untuk hotspot dengan tingkat kepercayaan normal, wilayah Lampung yang terdeteksi meliputi Lampung Tengah sebanyak 4 titik, Lampung Utara 14 titik, Way Kanan 17 titik, Tulang Bawang Barat 11 titik, Mesuji 6 titik, Tulang Bawang 7 titik, dan Pesawaran 1 titik.
Selain itu, pemantauan juga mencatat hotspot di sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang berbatasan dengan Lampung, yakni Ogan Komering Ulu Timur 13 titik, Ogan Komering Ulu 8 titik, Muara Enim 5 titik, dan Ogan Komering Ilir 2 titik.
Adapun 5 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi seluruhnya terdeteksi di Sumatera Selatan, terdiri atas 1 titik di Ogan Komering Ulu dan 4 titik di Ogan Komering Ulu Timur.
Data hotspot tersebut bersumber dari NASA VIIRS SNPP, NOAA-20, dan NOAA-21. Jendela waktu rekaman citra satelit yang digunakan berada dalam rentang 12 jam sebelum waktu penerbitan data.
Keberadaan titik hotspot menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meski keberadaan hotspot tidak secara otomatis menunjukkan terjadinya kebakaran.










