TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menutup rangkaian peringatan Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 sekaligus HUT ke-81 Republik Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sejak 21 Juli hingga 18 Agustus 2026.
Selama hampir satu bulan, BMKG menggelar berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan olahraga, seni, hingga akademik. Seluruh agenda tersebut berlangsung aman dan lancar serta menjadi momentum mempererat kebersamaan antarpegawai BMKG.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, peringatan HMKG tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antarunit kerja. Menurutnya, kolaborasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan BMKG kepada masyarakat.

Tema HMKG ke-79, “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, menjadi dorongan bagi seluruh jajaran untuk memperluas penyebaran informasi, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kerja sama lintas sektor demi keselamatan masyarakat.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai titik awal untuk melangkah lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan berkarya lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Setiap unit harus berjalan dengan derap langkah yang sama,”ujar Faisal dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, BMKG juga menyampaikan doa bagi para korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Faisal menyebut bencana tersebut menjadi pengingat bagi seluruh insan BMKG untuk terus meningkatkan dedikasi dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan layanan informasi yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat.
Ia memastikan BMKG terus hadir memberikan peringatan dini serta mendampingi pemerintah daerah dan masyarakat dalam berbagai tahapan penanganan bencana. Hingga kini, gempa susulan masih terjadi dan diperkirakan dapat berlangsung selama beberapa minggu ke depan.
“Ketika terjadi gempa, peran BMKG sangat krusial untuk menjelaskan kondisi di lapangan serta memberikan arahan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat,“ tambah Faisal.
Faisal juga memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai BMKG, terutama personel pada empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Pulau Flores yang turut mendiseminasikan informasi kegempaan kepada masyarakat.
Menurutnya, keempat UPT tersebut bukan merupakan stasiun geofisika, melainkan stasiun meteorologi penerbangan. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi jajaran BMKG untuk menjalankan tugas dalam memberikan informasi kebencanaan.
“BMKG seharusnya tidak dibatasi oleh sekat-sekat yang tinggi antara meteorologi, klimatologi, dan geofisika, tapi satu sama lain harus terus belajar, karena pada akhirnya masyarakat hanya memandang satu, yaitu BMKG,”tandasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana HMKG ke-79, Irwan Slamet, menjelaskan rangkaian kegiatan tahun ini mencakup upacara peringatan, prosesi pembukaan dengan lomba eksibisi eselon I dan II, perlombaan olahraga, seni, serta akademik.
Selain rangkaian perlombaan, BMKG juga menggelar penggalangan dana bagi masyarakat terdampak gempa bumi dan tsunami di Pulau Flores, NTT. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sivitas BMKG terhadap korban bencana.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan BMKG ke-79 tahun 2026 ini telah berjalan lancar dan memberikan manfaat serta mempererat silaturahmi dan persaudaraan seluruh sivitas BMKG,”ungkap Irwan.










