TVRINews, Nusa Tenggara Timur
PT Pertamina (Persero) bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri turun langsung ke wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan. Simon juga memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Fuel Terminal (FT) Reo, salah satu wilayah terdampak gempa sekaligus lokasi operasional Pertamina.
"Atas nama keluarga besar Pertamina, saya menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa serta keprihatinan kepada seluruh masyarakat terdampak. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Pertamina hadir langsung untuk mendukung percepatan penanganan bencana, dengan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga sebagai prioritas utama. Masyarakat NTT tidak sendiri," kata Simon Aloysius Mantiri dalam keterangan tertulis, dikutip, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam penanganan bencana, Pertamina Group memusatkan perhatian pada dua hal, yakni menjaga ketersediaan energi dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga, Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertamina mengerahkan berbagai sumber daya untuk menjaga distribusi energi sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan dapat terus disalurkan.
Menurut Baron, pemulihan sarana dan layanan energi dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan. Sementara itu, bantuan kemanusiaan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
la menegaskan pemulihan sarana dan layanan energi dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, sementara bantuan kepada masyarakat diarahkan berdasarkan kebutuhan di lapangan agar dapat memberikan manfaat secara optimal bagi warga terdampak gempa.
Hingga saat ini, sebagian besar SPBU di wilayah Flores telah kembali beroperasi. Sejumlah layanan lainnya juga terus dipulihkan secara bertahap. Melalui program Pertamina Peduli, bantuan berupa kebutuhan dasar, layanan kesehatan, kebersihan, sanitasi, hingga dukungan energi darurat telah disalurkan kepada masyarakat.
Hingga hari kedua setelah gempa, bantuan yang diberikan Pertamina mencakup tenda, obat-obatan, dan sembako. Pertamina juga memastikan pasokan LPG untuk kebutuhan rumah tangga serta bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia.
Dukungan juga diberikan untuk mempercepat penanganan longsor yang terjadi di ruas Trans-Flores Ende-Bajawa. Pertamina menyiapkan solar bagi alat berat yang digunakan dalam proses penanganan longsor, sehingga pemulihan konektivitas jalan dapat berlangsung lebih cepat.

Pertamina turut merespons laporan kelangkaan BBM di Kabupaten Nagekeo melalui penguatan penanganan oleh Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Selain itu, ketersediaan Avtur diprioritaskan di Bandara Labuan Bajo dan Maumere. Kedua bandara tersebut menjadi titik penting dalam mobilisasi bantuan serta mendukung operasional posko tanggap darurat.
"Bencana ini tidak dapat ditangani sendiri- sendiri. Inilah waktunya kita saling menguatkan agar bantuan tepat sasaran dan pemulihan berjalan lebih cepat. Semangat saling menguatkan inilah makna nyata 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur', sebagaimana tema HUT ke-81 RI. Pertamina akan terus mendampingi masyarakat, menjaga energi tetap bergerak, bantuan terus sampai, dan harapan tetap menyala," ungkap Baron.










