TVRINews, Jakarta
Peresmian rumah pengasingan di Sukabumi rekam keteguhan hati serta pemikiran para founding fathers bangsa Indonesia.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi meresmikan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir yang berlokasi di Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Museum ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Kebudayaan, Kepolisian Negara Republik Indonesia (melalui Lemdiklat dan Setukpa Polri), serta Pemerintah Kota Sukabumi. Kehadirannya difungsikan sebagai upaya nyata dalam menghidupkan kembali ruang sejarah sebagai sarana pembelajaran masyarakat sekaligus memperkuat pelindungan warisan budaya.
Rumah bersejarah ini menyimpan jejak perjuangan dua proklamator dan pemikir bangsa. Pada Februari 1942, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir dipindahkan dari Banda Neira ke kompleks Sekolah Polisi Sukabumi sebagai tahanan politik. Meskipun berada di bawah pengawasan ketat pemerintah kolonial, dari bangunan inilah gagasan, pemikiran, dan rintisan kemerdekaan Republik Indonesia terus dinyalakan.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat meresmikan Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 September 2026. [Foto: TVRINews/HO-Kemenbud])
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa peresmian museum ini bukan sekadar seremonial pembukaan bangunan fisik, melainkan momentum untuk merawat ruang ingatan bangsa yang merekam keteguhan hati serta pengorbanan para founding fathers.
“Museum ini harus kita maknai sebagai lebih dari sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum harus menjadi ruang pembelajaran yang hidup, tempat masyarakat, terutama generasi muda, dapat berdialog dengan sejarah,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangannya, dikutip Minggu, 13 September 2026.
Menbud menambahkan, pengenalan tokoh bangsa secara lebih dekat sangat penting agar generasi masa kini dapat memahami pengalaman manusia di balik buku pelajaran—mulai dari tekanan, ketidakpastian, hingga pilihan sulit dalam memperjuangkan kemerdekaan.
“Semoga semakin banyak masyarakat yang mengunjungi museum ini untuk belajar dan meneladani perjuangan para pahlawan kita,” tambahnya.
Transformasi Museum dan Penataan Kuratorial
Kementerian Kebudayaan terus mendorong agar museum bertransformasi menjadi ruang edukasi, literasi, penelitian, dan pusat kreativitas yang interaktif. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan regulasi, digitalisasi koleksi, hingga revitalisasi fisik.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon di Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir di Sukabumi, Jawa barat, 12 September 2026. [Foto: TVRINews/HO-Kemenbud])
Sepanjang tahun 2026, melalui program revitalisasi museum, keraton, dan taman budaya, pemerintah merampungkan pembenahan arsitektur serta penataan interior dan kuratorial Museum Rumah Pengasingan Hatta–Sjahrir:
* Sisi Kanan (Bung Hatta): Menyajikan linimasa perjuangan Mohammad Hatta, ruang kerja yang memuat karya tulis serta kliping koran era pendudukan Jepang hingga masa kemerdekaan, serta peta perjalanan pengasingan.
* Sisi Kiri (Sutan Sjahrir): Menampilkan linimasa Sutan Sjahrir, gramofon pemutar lagu kesukaannya, display radio berita luar negeri, hingga arsip surat kabar Daulat Ra’yat.
Dukungan Pemda dan Polri
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyambut baik peresmian museum tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi bersama Kementerian Kebudayaan dalam merawat serta mengoptimalkan fungsi edukatif museum.
“Kehadiran museum ini bukan hanya menjadi bagian penting dari sejarah Kota Sukabumi, tetapi juga ruang edukasi yang dapat memperkenalkan keteladanan para pendiri bangsa kepada generasi muda,” jelas Ayep Zaki.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Setukpa Lemdiklat Polri, Brigjen Pol. Dirin menyampaikan apresiasi atas sinergi revitalisasi rumah pengasingan yang berada di kompleks pendidikan kepolisian tersebut.
“Rumah ini bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan saksi perjalanan masyarakat yang melibatkan perjuangan dan pemikiran para tokoh bangsa dalam perjalanan menuju Indonesia yang merdeka,” ungkap Brigjen Pol. Dirin.
Pihak Setukpa Polri berkomitmen untuk terus menjaga dan merawat situs bersejarah ini agar tetap menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Sukabumi.










