TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah melakukan kerja sama dengan Kedutaan Besar Brasil di Jakarta terkait strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, dan teknologi di kantor Kemdiktisaintek dan dihadiri sejumlah pejabat penting dari kedua negara.

Tak hanya itu, keduanya juga melakukan diskusi terkait peluang kerja sama, mulai dari pertukaran akademik, kolaborasi riset, hingga pengembangan program bersama yang memanfaatkan keunggulan masing-masing negara, seperti biodiversitas, agroteknologi, energi, dan teknologi kesehatan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa Indonesia membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mendukung pengembangan talenta dan riset berkelas internasional.
Menurutnya, perguruan tinggi Indonesia diarahkan untuk memperluas jejaring global, termasuk dengan Brasil, yang dikenal memiliki kapabilitas tinggi dalam sains dan inovasi.
“Kami melihat banyak peluang, terutama di bidang riset dan pengembangan sumber daya manusia. Kami mendorong perguruan tinggi untuk bekerja sama lebih erat dengan Brasil,” kata Menteri Brian.
Wakil Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Rodrigo Carvalho, menekankan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan pendidikan tinggi dengan Indonesia.
Rodrigo menyebut potensi kerja sama kedua negara sangat besar dan perlu diwujudkan melalui kolaborasi nyata antaruniversitas.
“Kami ingin meningkatkan keterlibatan universitas Brasil dalam proyek riset dan pertukaran akademik dengan Indonesia,” ujarnya.
Kemdiktisaintek menegaskan kesiapan memfasilitasi hubungan antarkampus, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan riset bersama di bidang-bidang strategis.
Pertemuan juga membahas kemungkinan pembentukan mekanisme tindak lanjut untuk proyek riset prioritas dan kerja sama akademik jangka panjang.
Turut hadir dalam pertemuan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi; Staf Khusus Menteri Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri, Oki Earlivan Sampurno; serta perwakilan dari Biro Perencanaan dan Kerja Sama.
Langkah ini menjadi bagian dari diplomasi pendidikan tinggi Indonesia untuk memperkuat kolaborasi global, mendukung pengembangan talenta, dan mempercepat kemajuan sains serta teknologi nasional.










