TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk mencari dan menyiapkan lokasi tambahan guna mendukung pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah ibu kota.
Langkah ini diambil guna merespons arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penambahan kapasitas daya tampung sekolah rintisan tersebut, sebagaimana disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menghadiri kegiatan Open House di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Jakarta Selatan pada Jumat, 3 Juli 2026.
Pada kesempatan tersebut Pramono berkesempatan melihat secara langsung perkembangan para siswa yang telah menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat selama satu tahun terakhir. Kehadiran Gubernur Jakarta tersebut diiringi dengan berbagai penampilan dari para siswa-siswi Sekolah Rakyat.
Gubernur disambut dengan yel-yel dan baris variasi, dilanjutkan dengan suguhan tari gadis bersolek Betawi, karate, pidato tiga bahasa yakni Mandarin, Arab, dan Inggris, paduan suara, serta pembacaan puisi. Rasa bangga dan haru mengiringi setiap penampilan para siswa, yang juga diwarnai iringan tepuk tangan meriah dari calon siswa dan orang tua yang hadir.
"Kalau melihat tadi hari ini, saya terus terang Pak Menteri, dari tadi sebenarnya menyekat, meneteskan air mata. Karena saya mengalami yang kurang lebih sebenarnya sama dengan Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian," kata Pramono saat memberikan sambutan.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menceritakan masa kecilnya saat berada di Kediri. Dengan profesi orang tuanya sebagai guru dan memiliki tujuh bersaudara, ia mengaku harus mengandalkan bantuan beasiswa dari pemerintah untuk bisa bersekolah.
"Kalau bukan karena bantuan pemerintah melalui biasiswa, gak bakal bisa. Jadi itulah saya dari tadi mendengarkan apa yang disampaikan Pak Mensos, dan menikmati apa yang disampaikan oleh anak-anak," urainya.
Ia juga menyatakan kekagumannya melihat penampilan para siswa yang dinilainya sangat berbakat.
"Apa yang ditampilkan anak-anak kita tadi luar biasa itu menjadi inspirasi. Menjadi inspirasi ke depan agar mereka semua betul-betul menjadi anak-anak yang tangguh," ungkap Pramono.
Pramono menambahkan, Sekolah Rakyat yang merupakan ide gagasan dari Presiden Prabowo ini menjadi harapan besar bagi keluarga tidak mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
"Mudah-mudahan ini menjadi investasi jangka panjang bagi anak-anak Bapak Ibu Saudara-saudara sekalian," tambahnya.
Ia juga menyebut bahwa keberadaan Sekolah Rakyat ini sejalan dengan apa yang menjadi program utama prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, dan program pemutihan penebusan ijazah. Di SRMA 10 Jakarta Selatan yang ia kunjungi, tercatat ada 190 siswa yang menjadi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP).
"Wajah-wajah anak-anak kita di sini sekarang, wajah-wajah yang penuh harapan. Wajah-wajah yang tidak kehilangan semangat untuk menatap masa depan," ucap Pramono.
Di tempat yang sama, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menjelaskan kepada Pramono terkait arahan Presiden Prabowo mengenai penambahan kapasitas Sekolah Rakyat hingga mampu menampung 1.000 siswa. Menurutnya, Pemprov DKI memberikan dukungan penuh untuk pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah Jakarta.
"Saya tentu juga menyambut baik karena pak Gubernur ingin menyambut harapan Presiden agar khusus DKI Jakarta ada tambahan sekolah rintisan yang bisa menampung tidak kurang dari seribu siswa Sekolah Rakyat di Jakarta," urainya.
Gus Ipul menjelaskan, saat ini pihaknya menyediakan 10 titik sekolah rintisan untuk menampung 1.000 siswa tersebut, dan 8 di antaranya telah masuk dalam proses renovasi. Beberapa lokasi tersebut berada di gedung milik LAN Pejompongan, di Marunda, dan di Curug.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa penambahan kapasitas ini tidak hanya dilakukan di Jakarta, melainkan juga diberikan di daerah lain. Namun, Jakarta membutuhkan percepatan karena hingga saat ini baru memiliki satu Sekolah Rakyat permanen.
Menanggapi rencana pengembangan tersebut, Pramono menyatakan kesiapan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung penuh perkembangan Sekolah Rakyat ke depan.
"Jadi kami akan secara mendalam menyiapkan lokasi yang mungkin bisa digunakan untuk Sekolah Rakyat dengan seribu siswa," ujar Pramono.










