TVRINews, Jakarta
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menghadirkan program "Liburan ke Kampung Main" sebagai salah satu alternatif kegiatan selama libur sekolah yang menggabungkan unsur rekreasi dan edukasi.
Program ini dikembangkan bersama mitra Co-Branding Wonderful Indonesia untuk memperkenalkan desa wisata kepada anak-anak dan keluarga.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan program tersebut dirancang agar anak-anak dapat mengenal budaya, kearifan lokal, dan konsep pariwisata berkelanjutan melalui berbagai aktivitas interaktif.
"Melalui 'Liburan ke Kampung Main', kami ingin menghadirkan pengalaman liburan sekolah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Anak-anak dapat merasakan langsung suasana Kampung Main sebagai ruang yang kaya akan budaya, kearifan lokal, dan nilai-nilai keberlanjutan," ujar Made dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 3 Juli 2026.
Aktivitas luring berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada 1 hingga 5 Juli 2026.
Selama kegiatan, pengunjung dapat mengikuti berbagai permainan edukatif dan lokakarya dengan tema yang berbeda setiap hari, seperti gastronomi, warisan budaya, bahari, wastra, seni, desain, hingga wellness.
Salah satu permainan yang disiapkan adalah Petualangan Jagung yang memperkenalkan proses pengolahan hasil pertanian dari kebun hingga menjadi makanan.
Selain itu, tersedia permainan digital scavenger hunt yang mengajak peserta mengenal berbagai destinasi wisata Indonesia melalui sejumlah tantangan.
Menurut Made, pengenalan konsep pariwisata berkelanjutan sejak usia dini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan, budaya, dan masyarakat lokal.
"Melalui berbagai aktivitas bermain sambil belajar yang terinspirasi dari desa wisata, anak-anak dan keluarga dapat menikmati pengalaman liburan yang seru, interaktif, sekaligus edukatif," kata Made.
Kemenpar menjadikan Generasi Alpha sebagai sasaran utama program karena dinilai memiliki pengaruh terhadap pilihan destinasi wisata keluarga.
Selain itu, desa wisata dinilai mampu menawarkan pengalaman yang lebih dekat dengan alam dan budaya di tengah gaya hidup digital yang semakin berkembang.
Program ini juga melanjutkan berbagai inisiatif edukasi keberlanjutan yang telah dijalankan Kemenpar bersama mitra Co-Branding Wonderful Indonesia, termasuk pemanfaatan material daur ulang menjadi instalasi edukatif sebagai bagian dari kampanye pengelolaan sampah di destinasi wisata.










