TVRINews, Temanggung
Jembatan darurat sepanjang 16,4 meter ini dibangun untuk memulihkan akses mobilitas 400 jiwa warga yang terisolasi pascabanjir bandang di Temanggung.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meresmikan penggunaan Jembatan Bailey darurat di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Jumat, 3 Juli 2026.
Jembatan tersebut dipasang untuk memulihkan akses warga yang sempat terputus akibat banjir bandang yang merobohkan jembatan utama pada Mei 2026.
Jembatan utama yang menghubungkan Dusun Banjaran dan Dusun Sinongko ambrol diterjang banjir bandang pada pertengahan Mei lalu. Akibatnya, sebanyak 161 kepala keluarga (KK) atau sekitar 400 jiwa sempat mengalami kesulitan mobilitas karena akses utama antardusun terputus.
Untuk mempercepat pemulihan, BNPB mengalokasikan Dana Siap Pakai (DSP) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp144 juta untuk pemasangan Jembatan Bailey darurat sepanjang 16,4 meter.
Pemasangan jembatan dilakukan oleh 26 personel Yonzipur 4/Tanpa Kawandya (Zipur 4/TK) TNI Angkatan Darat dengan dukungan gotong royong masyarakat setempat.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan percepatan pembangunan jembatan darurat dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali berjalan.
"Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat. Jika tidak segera ditangani, aktivitas ekonomi warga akan terus terganggu. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat meminjam dan memasang Jembatan Bailey ini agar mobilitas masyarakat bisa langsung kembali normal," ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 3 Juli 2026.
Menurutnya, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam penanganan pascabencana agar pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti terlalu lama.
Terkait status jembatan tersebut, BNPB menyerahkan keputusan kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung, apakah akan dihibahkan menjadi aset daerah atau dibongkar kembali setelah pembangunan jembatan permanen selesai.
Peresmian Jembatan Bailey di Temanggung menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala BNPB di Jawa Tengah.
Sebelumnya, pada hari yang sama, Suharyanto meresmikan jaringan pipanisasi air bersih di Kabupaten Magelang untuk memulihkan akses air bersih bagi sekitar 4.000 kepala keluarga yang terdampak banjir lahar hujan Gunung Merapi.










