TVRINews, Jakarta
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan total bantuan logistik untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah tersedia dan disalurkan mencapai lebih dari 1.600 ton.
Bantuan tersebut berasal dari pemerintah, pihak swasta, perorangan, serta berbagai unsur lainnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Pulau Flores.
Suharyanto mengatakan, berdasarkan data terbaru BNPB, sebanyak 1.624,32 ton logistik berada di posko Labuan Bajo dan telah didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.
“Untuk logistik yang berada di Posko Labuan Bajo, jumlahnya sekitar 1.624 ton. Bantuan tersebut sudah didistribusikan ke Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers BNPB, Senin, 24 Agustus 2026.
Selain bantuan yang tersedia di posko daerah, BNPB juga mencatat distribusi logistik melalui Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, mencapai 1.225 ton.
Dari jumlah tersebut, sekitar 869 ton dikirim melalui jalur menuju Bajawa, sedangkan 356 ton lainnya disalurkan untuk kebutuhan di Maumere.
“Sampai hari ini, logistik yang masuk ke Flores melalui Posko Nasional mencapai 1.225 ton. Sekitar 869 ton diarahkan melalui Bajawa dan 356 ton untuk Maumere,” jelasnya.
Suharyanto menegaskan angka tersebut tidak menggambarkan keseluruhan bantuan yang masuk ke Flores. Sebab, sebagian bantuan dikirim langsung oleh pemerintah daerah, swasta, organisasi maupun masyarakat tanpa melalui Posko Nasional di Halim Perdanakusuma.
“Ada juga bantuan yang dikirim langsung ke daratan Flores, baik dari pemerintah, swasta, perorangan maupun unsur lainnya. Bantuan yang masuk langsung ini tidak melalui Posko Nasional Halim, sehingga datanya tentu berbeda dengan yang tercatat di posko nasional,” katanya.
Untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat, BNPB menyiapkan sejumlah titik penyimpanan logistik di wilayah terdampak.
Salah satunya berada di Maumere. Posko aju-2 Maumere tercatat menerima 375,9 ton bantuan dan telah mengeluarkan sekitar 258,5 ton untuk didistribusikan.
BNPB memastikan stok cadangan tetap tersedia di sejumlah gudang agar bantuan dapat segera dikirim ketika masyarakat membutuhkan.
“Di Posko Aju-2 Maumere, logistik yang masuk sekitar 375,9 ton dan yang sudah keluar 258,5 ton. Kami tetap menyiapkan buffer stock sebagai cadangan,” ungkap Suharyanto.
Stok tersebut ditempatkan di titik-titik posko dan gudang di Maumere serta Labuan Bajo. Langkah ini dilakukan agar proses distribusi tidak terhambat ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
“Stok cadangan ditempatkan di gudang-gudang Maumere dan Labuan Bajo supaya ketika dibutuhkan bisa segera dikirim ke masyarakat terdampak,” tambahnya.
BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pendataan kebutuhan sekaligus mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak gempa.
Pemerintah memastikan bantuan logistik terus bergerak hingga ke masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang mengalami kerusakan dan masih menghadapi keterbatasan akses.










