TVRINews, Kupang
Kehadiran Program Sekolah Rakyat menjadi babak dan harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera kategori Desil 1 dan Desil 2 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui peresmian Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang yang menjadi pelopor di wilayah tersebut, pemerintah berkomitmen memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas secara gratis demi memutus mata rantai kemiskinan dan membuka jalan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Fasilitas pendidikan berbasis asrama ini dirancang khusus untuk memberikan ruang yang aman bagi 100 siswa angkatan pertama untuk belajar, berkembang, dan mengikis keterbatasan ekonomi yang selama ini menghambat cita-cita mereka. Negara hadir memberikan jaminan bahwa setiap anak prasejahtera di NTT memiliki hak dan peluang yang sama untuk mendapatkan pengajaran layak serta mengembangkan potensi terbaiknya.
Semangat perubahan itulah yang turut mendorong Alfonsa Telmi Juita, guru mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di SRMP 19 Kupang, untuk bergabung menjadi bagian dari tenaga pendidik. Baginya, program ini bukan sekadar memberikan transfer ilmu di kelas, melainkan menghadirkan kesetaraan peluang bagi setiap anak bangsa untuk mengubah garis hidup mereka.
Juita mengaku memiliki kedekatan emosional yang sangat kuat dengan para siswanya karena dibesarkan dari latar belakang yang serupa. Tumbuh dalam keluarga kategori Desil 1 membuatnya sangat memahami bagaimana keterbatasan ekonomi kerap menjadi dinding penghalang utama dalam mengakses pendidikan berkualitas.
"Saya percaya siapa pun berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki kesempatan untuk meraih mimpi mereka," ujar Juita dalam keterangan yang diterima Jumat 17 Juli 2026.
Menurut Juita, setiap anak pada dasarnya memiliki potensi luar biasa untuk berkembang apabila mendapatkan kesempatan emas serta lingkungan belajar yang mendukung. Oleh karena itu, proses pendidikan di Sekolah Rakyat dirancang secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek akademis di ruang kelas, melainkan juga pada pembentukan rasa percaya diri, kemandirian, dan karakter siswa melalui pendampingan intensif setiap hari.
"Kami tidak hanya mengajar mereka di kelas. Kami juga mendampingi mereka di asrama agar mereka bisa berkembang, menemukan potensi diri, dan berani memiliki mimpi untuk masa depan," kata Juita.
Selama hampir satu tahun mendampingi para siswa di SRMP 19 Kupang, Juita menyaksikan sendiri perubahan yang sangat berarti. Anak-anak yang sebelumnya datang dengan berbagai keterbatasan kini menunjukkan semangat belajar yang tinggi, tampil lebih percaya diri, serta mulai berani menyuarakan impian besar yang ingin mereka raih di masa depan.
Dampak positif dari sistem pendidikan berasrama ini juga dirasakan langsung oleh para orang tua murid. Berdasarkan penuturan Juita, banyak orang tua yang menyampaikan rasa syukur mendalam setelah melihat buah hati mereka tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih mandiri, disiplin, dan memiliki motivasi belajar yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum masuk ke Sekolah Rakyat.
"Ketika orang tua datang berkunjung, mereka menyampaikan bahwa anak-anak mengalami banyak perubahan. Mereka menjadi lebih disiplin, lebih mandiri, dan lebih percaya diri dibandingkan sebelumnya," tuturnya.
Juita berharap kesempatan berharga yang diberikan melalui Program Sekolah Rakyat ini dapat menjadi pijakan awal dari perjalanan panjang bagi para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Ia menegaskan bahwa faktor ekonomi sama sekali tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk terus mengeksplorasi potensi diri dan mewujudkan cita-cita mereka.
"Harapan kami, mereka tidak berhenti sampai di sini. Kami ingin mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan terus mengejar cita-cita mereka. Semoga apa yang mereka dapatkan di Sekolah Rakyat menjadi bekal untuk mengubah masa depan mereka dan keluarga," ujarnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan kesempatan setara bagi setiap anak Indonesia tanpa memandang latar belakang sosial. Melalui kombinasi pendidikan berkualitas, pendampingan berkelanjutan, dan lingkungan asrama yang kondusif, program ini diproyeksikan mampu melahirkan generasi muda tangguh yang berkarakter, percaya diri, serta siap berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.










