TVRINews, Jayapura
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terwujudnya Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang membuat peserta didik merasa nyaman dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua.
Pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 2 Jayapura, Provinsi Papua, menjadi salah satu contoh penerapan konsep tersebut. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, sekolah juga melibatkan orang tua dalam rangka memperkuat kolaborasi mendukung proses pendidikan anak.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Jayapura Dorthea Caroline Enok mengatakan keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MPLS sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026.
"Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026, bukan hanya sekolah saja yang menentukan keberhasilan murid, namun ada beberapa faktor penting di dalamnya. Di MPLS ini kami mengajak para orang tua untuk memahami 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat," ujar Dorthea dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Dorthea, selama MPLS para peserta didik diperkenalkan dengan teman sekelas, wali kelas, guru, serta lingkungan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, sekolah juga memetakan potensi setiap siswa untuk kemudian disampaikan kepada orang tua sebagai dasar pendampingan selama proses belajar.
"Kami ingin para orang tua tidak hanya sekadar menitipkan anak mereka di sekolah, tetapi juga memahami perannya sebagai mitra sekolah. Kami berharap mereka dapat bersama-sama membentuk anak yang hebat bagi Kota Jayapura, Tanah Papua, dan Indonesia," kata Dorthea.
Salah seorang orang tua siswa, Pence Langitan, mengapresiasi pelaksanaan MPLS di SMP Negeri 2 Jayapura. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu anak-anak beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
"Kami melihat langsung banyak hal positif yang terlaksana dalam MPLS ini. Anak-anak dapat mengenal sekolah, guru, dan teman-teman barunya. Tentunya ini menjadi semangat agar proses pembelajaran ke depan jauh lebih baik," ucap Pence.
Sementara itu, peserta didik baru, Jowari Mofu, mengaku merasa senang mengikuti seluruh rangkaian MPLS karena mendapatkan pendampingan yang ramah dari para guru.
"Kami mendapatkan mentor yang sangat baik. Guru-guru kami juga mengajar dan memberi pemahaman dengan jelas dan ramah. Ini yang membuat saya dan teman-teman senang dan bahagia," tutur Jowari.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensinya.
"Hari pertama sekolah bukan sekadar masa mengenal lingkungan baru, melainkan awal dari proses pendidikan yang akan membentuk karakter, menumbuhkan harapan, dan mengantarkan anak-anak Indonesia menuju masa depan," ujar Mu'ti.
Kemendikdasmen berharap pelaksanaan MPLS di seluruh Indonesia tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal membangun budaya sekolah yang ramah anak, aman, nyaman, serta memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.










