TVRINews, Jakarta
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang internasional. Empat murid binaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) berhasil membawa pulang tiga medali perak dan satu medali perunggu pada The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan.
Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi pencapaian para delegasi Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Selamat kepada adik-adik yang meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang IChO. Raihan prestasi ini merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Kemendikdasmen,”kata Maria dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 22 Juli 2026.
Tiga medali perak diraih oleh Renault Tjandera dari SMAS Santa Laurensia Banten, Muhammad Arya Razan dari MAN Insan Cendekia Serpong, Banten, serta Aloysius Gonzaga Duta Setyawan dari SMA Kesatuan Bangsa, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara medali perunggu dipersembahkan Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur.

Setelah tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin, 20 Juli 2026, peraih medali perak Muhammad Arya Razan mengaku bersyukur atas hasil yang diraih. Ia mengatakan pencapaian tersebut diperoleh setelah melalui proses seleksi dan pembinaan yang panjang, mulai dari Olimpiade Sains Nasional (OSN), pelatihan teori dan praktikum, hingga dipercaya mewakili Indonesia di IChO 2026.
Arya juga mengajak generasi muda untuk terus belajar dan memberikan kemampuan terbaik di setiap kesempatan.
Sementara itu, Head Mentor Tim IChO Indonesia 2026, Deana Wahyuningrum, menyebut capaian tahun ini meningkat dibandingkan edisi sebelumnya. Indonesia menempati peringkat ke-28 dunia dari sekitar 95 negara peserta dengan raihan tiga medali perak dan satu medali perunggu, lebih baik dibandingkan tahun lalu yang meraih dua medali perak dan dua medali perunggu. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi IChO 2027 di Taiwan.
Keberhasilan tim Indonesia juga didukung oleh peran sekolah, para mentor, dan keluarga yang mendampingi para peserta sejak tahap pembinaan nasional hingga kompetisi internasional.
Guru Kimia MAN Insan Cendekia Serpong, Sartini Subaryatun, mengatakan prestasi Muhammad Arya Razan merupakan buah dari proses pembinaan yang telah dijalani sejak masih duduk di bangku SMP.
"Perjuangannya cukup panjang. Arya sudah mengikuti berbagai kompetisi sejak SMP, kemudian menekuni bidang kimia di MAN Insan Cendekia Serpong hingga berhasil meraih medali emas OSN dan lolos pembinaan nasional. Kami sangat bangga melihatnya mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi adik-adik kelas untuk mengikuti jejaknya,"ungkap Sartini.
Rasa bangga juga disampaikan ayah Muhammad Arya Razan, Syaiful Rochman. Ia mengaku selalu memberikan dukungan dan doa kepada putranya selama menjalani proses pembinaan hingga kompetisi internasional.
"Kami sebagai orang tua selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik. Alhamdulillah, perjuangan Arya membuahkan hasil. Saya sangat bangga karena ia telah mewakili Indonesia dan mengharumkan nama bangsa. Terima kasih kepada Kemendikdasmen melalui Puspresnas, para pembina, dan sekolah yang telah mendampingi seluruh proses pembinaan hingga kompetisi internasional,"ujar Arya.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk menekuni bidang sains, khususnya kimia. Kemendikdasmen melalui Puspresnas menegaskan akan terus memperkuat pembinaan talenta secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda Indonesia mampu berprestasi dan membawa nama baik bangsa di tingkat internasional.










