
Tanggapi Soal Pansus Haji, PBNU Dukung Upaya Perbaikan Penyelenggaraan Ibadah Haji di Tanah Air
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung terhadap upaya perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji di tanah air. Hal tersebut mencakup langkah DPR untuk membentuk panitia khusus (pansus) guna melakukan evaluasi terkait pelaksanaan Ibadah Haji 2024.
Hal itu disampaikan Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla usai forum Interfaith and Intercivilizational Reception di Hotel Pullman, Jakarta Central Park, Jakarta Barat, Rabu, 10 Juli 2024.
“Ya kami mendukung saja jika ada upaya-upaya untuk memberikan masukan ya, memberikan perbaikan kepada apa namanya, penyelenggaraan haji apapun bentuknya,” kata Gus Ulil kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 10 Juli 2024.
Baca Juga: PBNU: Terima Kasih Atas Peran Al-Azhar Mendidik Pelajar NU Selama Lebih 1 Abad
Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji 2024 telah berlangsung secara efisien, meskipun belum sempurna dan masih ada beberapa hal untuk dilakukan peningkatan.
“Kami memandang bahwa penyelenggaraan haji pada tahun ini dengan segala kekurangannya menurut saya terselenggara dengan baik," ujar Gus Ulil.
PBNU, kata Ulil, melihat terdapat upaya yang dilakukan oleh Kementerian Agama, bersama pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji 2024.
“Penyempurnaan-penyempurnaan perlu, tapi kami memandang bahwa penyelenggaraan haji sudah cukup baik, usaha dari pihak pemerintah terutama kemenag sudah sangat maksimal. Pemerintah Saudi juga sudah berusaha mengusahakan sebaik mungkin penyelenggaraan haji tahun ini,” ujarnya.
Baca Juga: Menhub: Wujudkan Transportasi Darat yang Berintegritas dan Berkeselamatan
Diketahui sebelumnya, DPR telah mengumumkan secara resmi pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Haji 2024 pada rapat paripurna ke-21 masa persidangan V Tahun sidang 2023 hingga 2024 yang digelar pada Selasa, 9 Juli 2024.
Adapun berbagai kendala dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024 yang menjadi topik dalam pembahasan oleh panitia khusus. Masalah tersebut mencakup penyelewengan kuota haji tambahan, keterlambatan jadwal keberangkatan jemaah haji, serta kualitas layanan yang buruk bagi para jemaah saat berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Editor: Redaktur TVRINews
