TVRINews, Jakarta
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menjajaki peluang pembukaan pasar kerja baru bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Republik Palau. Negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian barat tersebut memiliki potensi kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata, hospitality, konstruksi, hingga maritim.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani mengatakan, perkembangan sektor pariwisata dan industri hospitality di Palau menjadi salah satu peluang untuk memperluas negara tujuan penempatan PMI. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan daring dengan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI untuk Filipina, Victorina Hesti Dewayani.
"Palau memiliki potensi yang menarik untuk dikembangkan sebagai salah satu negara tujuan penempatan pekerja migran," kata Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Selain sektor hospitality, Christina menyampaikan bahwa terdapat informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja profesional dan terampil di sejumlah bidang di Palau. Kebutuhan tersebut antara lain tenaga konstruksi, civil engineer, serta pekerja sektor maritim, termasuk nakhoda dan tenaga kerja di atas kapal.
Menurut Christina, peluang tersebut perlu ditindaklanjuti dengan mempersiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja di negara tujuan.
"Kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan kompetensi tertentu tentu menjadi peluang yang perlu kita respons dengan menyiapkan pekerja migran yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna di negara tujuan," ungkapnya.
Untuk menindaklanjuti peluang itu, Kementerian P2MI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila berencana mempertemukan calon perusahaan pengguna tenaga kerja dari Palau dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) pada 14–18 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut akan dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di Palau secara lebih konkret, termasuk persyaratan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pengguna.
"Kami ingin memetakan kebutuhan tenaga kerja di Palau dengan lebih konkret, termasuk persyaratan kompetensi dan kualifikasinya," jelasnya.
"Selanjutnya akan berkoordinasi dengan KBRI Manila dan para pemangku kepentingan terkait untuk menindaklanjuti potensi penempatan pekerja migran ke Palau," lanjutnya.










