TVRINews, Maybrat
Koops TNI Habema telah mengamankan satu pucuk senjata api jenis revolver dan 10 butir munisi dalam patroli keamanan terhadap kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya pada Sabtu, 3 Oktober 2026 kemarin.
Di mana, pengamanan ini dilakukan personel gabungan Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir sebagai bagian dari upaya penguasaan wilayah dan menjaga keamanan masyarakat di daerah tersebut.
Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, jika informasi terkait pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang dipimpin Danops Kodap Sorong Raya Manfred Fatem diperoleh melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan.
Setelah melakukan pendalaman situasi dan perencanaan operasi, lanjutnya personel gabungan bergerak menuju lokasi yang diduga menjadi sasaran. Di wilayah Distrik Aifat Selatan, personel kemudian memperoleh kontak visual dengan kelompok tersebut dan melakukan tindakan sesuai prosedur.
Dalam kejadian tersebut, kata dia dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan meninggal dunia. Keduanya disebut bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky.
Sementara itu, sejumlah anggota kelompok lainnya dilaporkan melarikan diri dari lokasi. Personel gabungan Koops TNI Habema masih melakukan pengejaran terhadap mereka.
Selain senjata api dan munisi, personel turut mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian. Barang tersebut antara lain satu unit HT, bendera Bintang Kejora, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.
Ia juga menyebut, jika pelaksanaan operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian, profesionalisme, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi,” ujar Brigjen TNI Riyanto dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurutnya, setiap tindakan prajurit dalam menjalankan tugas harus tetap berpedoman pada aturan dan prosedur yang berlaku.
Brigjen TNI Riyanto juga mengimbau anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di wilayah hutan dan pegunungan untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu keamanan masyarakat dan memilih jalan damai.
“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan,” katanya.
Koops TNI Habema menyatakan kehadiran TNI di Tanah Papua tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat menjalankan aktivitas, mengembangkan perekonomian, dan menikmati pembangunan dalam suasana aman.










