TVRINews, Lampung
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 34 Lampung Timur sekaligus mengecek progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kecamatan Sukadana.
Saat berada di SRT 34, Agus Jabo menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan para siswa, guru, serta pendamping yang hadir. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus menjadi solusi konkret untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Sekolah Rakyat ini dibangun untuk memutus kemiskinan antar generasi. Anak-anak harus mendapatkan prioritas agar tidak kembali terbebani pekerjaan di rumah. Pendidikan harus menjadi jalan untuk mengubah masa depan,” ujar Wamensos dalam keterangannya pada Jumat 12 Juni 2026.
Kisah haru sekaligus penuh harapan datang dari salah satu siswa SRT 34 Lampung Timur bernama Devi (16). Ia menceritakan bahwa sebelumnya sempat tidak dapat bersekolah tepat waktu akibat keterbatasan biaya. Kondisi ekonomi keluarga yang mengandalkan mata pencaharian sebagai petani tanpa kepemilikan lahan memaksa Devi menunda pendidikannya. Kini, ia mengaku sangat bersyukur bisa kembali belajar di bangku sekolah melalui program Sekolah Rakyat.
“Saya sempat telat sekolah karena tidak punya biaya. Saya senang bisa sekolah di sini,” ujar Devi.
Lebih lanjut, Agus Jabo menegaskan bahwa peran sekolah, orang tua, dan pendamping sangat krusial untuk memastikan anak-anak terus mendapatkan hak pendidikan mereka. Ia juga menggarisbawahi pentingnya pembentukan karakter siswa, termasuk larangan keras terhadap tindakan perundungan, intoleransi, dan kekerasan di lingkungan sekolah. Nilai gotong royong dan saling menghormati harus ditanamkan sebagai budaya utama di Sekolah Rakyat.
Setelah menyelesaikan kunjungan di SRT 34, Wakil Menteri Sosial langsung bergeser untuk meninjau proyek pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Sukadana. Dalam peninjauan lapangan ini, ia didampingi oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Lampung, serta unsur pelaksana pembangunan.
Agus Jabo menyampaikan bahwa pembangunan fisik SR permanen tersebut saat ini tengah dikebut agar bisa mengejar target operasional pada tahun ajaran baru di pertengahan Juli mendatang. Pemerintah berkomitmen agar fasilitas tersebut dapat berfungsi penuh sesuai jadwal yang telah disepakati bersama kementerian terkait.
"Targetnya pertengahan Juli sudah bisa menerima siswa baru untuk tahun ajaran baru,” ujarnya.
Pada tahap awal, SR permanen di Lampung Timur ini direncanakan mampu menampung sekitar 270 siswa yang terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA, dengan masing-masing tiga rombongan belajar. Selain kuota tersebut, para siswa dari sekolah rintisan juga dipastikan akan tetap terakomodasi dengan baik.
Pihak pemerintah saat ini juga tengah menyusun skema tambahan bagi calon siswa yang sudah lolos proses asesmen namun belum tertampung karena keterbatasan kuota awal.
“Kita sedang menyiapkan skema agar anak-anak yang sudah diasesmen tetapi belum tertampung tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan. Namun semuanya menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden,” katanya.










