TVRINews, Jakarta
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menargetkan perbaikan 30 ribu rumah warga melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Tengah rampung pada Juli 2026.
Target tersebut disampaikan Maruarar saat meluncurkan program BSPS se-Jawa Tengah di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Sabtu, 9 Mei 2026.
"Program BSPS ini diberikan kepada masyarakat yang memang memenuhi syarat, yakni masuk kategori desil 1 sampai 4, belum pernah menerima bantuan perumahan, dan kondisi rumahnya memang tidak layak huni. Kami ingin bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran sehingga masyarakat bisa tinggal di rumah yang lebih layak, sehat, dan aman," ujar Maruarar dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menjelaskan, pekerjaan perbaikan rumah akan dimulai secara serentak pada 15 Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada 30 Juli 2026.
Peluncuran program turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, Anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana, serta jajaran Kementerian PKP. Kegiatan juga diikuti secara daring oleh calon penerima bantuan dari 34 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kemudian Maruarar mengatakan, jumlah BSPS di Jawa Tengah meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah bantuan tercatat sebanyak 7.532 unit, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 30 ribu unit.
Khusus di Kabupaten Brebes, jumlah bantuan BSPS juga mengalami kenaikan dari 20 unit pada 2025 menjadi 600 unit pada 2026 yang tersebar di 11 kecamatan dan 15 desa.
Di sela kegiatan, Menteri PKP turut mengunjungi rumah Warningsih, salah satu calon penerima bantuan BSPS di Desa Kaliwlingi. Warningsih yang sehari-hari berjualan makanan dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan masih tinggal di rumah berdinding anyaman bambu dengan kondisi sanitasi yang belum memadai.
"Alhamdulillah saya belum pernah dapat bantuan seperti ini. Dulu pernah didata dan difoto, tapi belum ada realisasi. Kondisi rumah juga sering bocor dan kalau mau buang air harus ke pasar karena di rumah belum ada fasilitasnya. Terima kasih kepada Pak Menteri dan Pak Prabowo atas bantuan ini," kata Warningsih.
Selain peluncuran BSPS, Maruarar juga meninjau simulasi Pemilihan Toko Terbuka (PTT) yang diikuti masyarakat Desa Kaliwlingi. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah mencatat efisiensi anggaran lebih dari Rp10,6 juta dari total pagu pembelian bahan bangunan Rp175 juta.
Menurut Maruarar, mekanisme PTT menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi penggunaan anggaran negara sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan program.
"Kalau ada yang meminta pungutan atau melakukan penyimpangan silakan direkam, dilaporkan, bahkan diviralkan," tegas Maruarar.










