TVRINews, Jakarta
Kementerian Perindustrian melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) terus memperkuat kerja sama internasional guna meningkatkan daya saing industri nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan 3rd High-Level Indonesian-German Annual Meeting on Quality Infrastructure di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Forum tahunan tersebut menjadi wadah strategis bagi Indonesia dan Jerman dalam memperkuat kolaborasi di bidang Quality Infrastructure atau infrastruktur mutu, yang berperan penting dalam mendukung industri nasional agar lebih kompetitif, adaptif, dan berorientasi ekspor.
Pertemuan itu dihadiri oleh perwakilan pemerintah kedua negara, lembaga standardisasi, akreditasi, metrologi, asosiasi industri, pelaku usaha, hingga mitra strategis lainnya. Delegasi Jerman dipimpin oleh Ole Janssen dari Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWE), sedangkan pihak Indonesia diwakili Kepala BSKJI Kemenperin Emmy Suryandari.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan sistem infrastruktur mutu menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri nasional di tengah dinamika perdagangan global dan transformasi industri berbasis digital.
“Kerja sama Indonesia dan Jerman di bidang Quality Infrastructure diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri nasional agar semakin kompetitif, adaptif terhadap perkembangan regulasi global, serta mampu memperluas akses pasar ekspor, khususnya ke kawasan Eropa,”ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.
Menurutnya, infrastruktur mutu menjadi fondasi penting bagi industri nasional untuk memenuhi standar global sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk manufaktur Indonesia. Karena itu, penguatan standardisasi, penilaian kesesuaian, serta transformasi digital dalam sistem infrastruktur mutu perlu terus dipacu.
Kepala BSKJI Emmy Suryandari menambahkan bahwa infrastruktur mutu memiliki peran strategis dalam mendukung perlindungan konsumen, peningkatan akses pasar internasional, serta pengembangan industri berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi Indonesia dan Jerman dalam menghadapi tantangan global, termasuk harmonisasi regulasi teknis dan transformasi digital industri.
Salah satu agenda utama dalam forum tersebut adalah penandatanganan Work Plan kerja sama Indonesia–Jerman periode 2026–2027 sebagai bentuk komitmen kedua negara untuk melanjutkan kolaborasi strategis di bidang infrastruktur mutu.
Dalam pertemuan itu, terdapat tiga isu utama yang menjadi fokus pembahasan. Sesi pertama membahas harmonisasi sistem Quality Infrastructure dalam kerangka Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I–EU CEPA), termasuk peluang memperluas akses pasar melalui penguatan standar dan penilaian kesesuaian.
Sesi kedua membahas penguatan keselamatan dan kualitas produk melalui standardisasi nasional yang selaras dengan sistem internasional, serta pentingnya peran lembaga penilaian kesesuaian dalam mendukung regulasi dan meningkatkan kepercayaan pasar.
Sementara itu, sesi ketiga menyoroti digitalisasi infrastruktur mutu, khususnya kesiapan Indonesia menghadapi penerapan Digital Product Passport (DPP) Uni Eropa. Pembahasan mencakup kebijakan DPP, inisiatif digitalisasi Quality Infrastructure, hingga contoh implementasinya di sektor industri.
Melalui forum ini, Indonesia dan Jerman berharap kerja sama pengembangan sistem infrastruktur mutu yang modern, adaptif, dan terintegrasi secara global dapat terus diperkuat guna mendukung daya saing industri nasional dan memperluas akses pasar internasional.
Pada penutupan acara, Emmy Suryandari menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jerman, BMWE, GIZ, serta seluruh mitra strategis yang telah mendukung penguatan sistem infrastruktur mutu di Indonesia. Ia berharap kolaborasi kedua negara dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan industri di masa mendatang.










