TVRINews, Jakarta
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menegaskan dukungan penuh DPR RI terhadap percepatan pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).
Pernyataan tersebut disampaikan Utut saat memimpin Kunjungan Kerja Reses Komisi I DPR RI ke Markas Kodam IX/Udayana di Denpasar, Bali, Jumat, 25 Juli 2026. Kunjungan dilakukan untuk meninjau kesiapan pembentukan Kodam baru sekaligus mengevaluasi penguatan postur pertahanan di kawasan perbatasan.
"Komisi I mengecek persiapan pembentukan Kodam baru di NTT. Kedua, evaluasi konsep pertahanan karena kita berbatasan langsung dengan Republik Demokratik Timor Leste. Pemaparan dari jajaran TNI di bawah pimpinan Pak Piek Budyakto menunjukkan kesiapan dan kesungguhan yang sangat presisi," ujar Utut Adianto dikutip, Sabtu, 26 Juli 2026.
Menurut Utut, pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan teritorial di kawasan timur Indonesia yang memiliki posisi strategis. Ia menegaskan, Komisi I DPR RI mendukung langkah TNI dalam memperkuat organisasi pertahanan guna menghadapi berbagai tantangan keamanan di wilayah perbatasan.
Kodam baru tersebut mengusung nama Sobe Sonbai, yang diambil dari tokoh Raja Timor sekaligus pahlawan masyarakat Nusa Tenggara Timur sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan masyarakat setempat.
Dalam paparannya kepada Komisi I DPR RI, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyampaikan bahwa proses pembentukan Kodam XXVII/Sobe Sonbai terus menunjukkan perkembangan positif. Kesiapan personel maupun materiil saat ini telah mencapai hampir setengah dari kebutuhan yang direncanakan.
"Kami sangat berterima kasih atas kunjungan tim reses Komisi I DPR RI. Sebagaimana kami paparkan, kesiapan Kodam XXVII/Sobe Sonbai ditujukan untuk menjaga garda terdepan di perbatasan RI-RDTL. Sejauh ini secara personel maupun materiil sudah mendekati 50 persen dari kebutuhan," kata Mayjen TNI Piek Budyakto.
Selain menyiapkan pembentukan Kodam baru, Kodam IX/Udayana juga merancang penataan organisasi teritorial, termasuk rencana pemindahan Markas Komando Resor Militer (Korem) dari Kupang ke wilayah strategis Nagekeo serta penguatan pengamanan di kawasan Timor Tengah Utara.
Pangdam juga mengusulkan percepatan penyelesaian regulasi pembentukan Kodam, peningkatan dukungan anggaran operasional, serta penyediaan perumahan bagi prajurit agar proses pembentukan satuan baru dapat berjalan optimal.
Menanggapi usulan tersebut, Utut Adianto menegaskan Komisi I DPR RI berkomitmen mendukung penguatan pertahanan nasional, sementara aspek teknis pelaksanaan tetap menjadi kewenangan TNI sebagai institusi profesional.
"Paradigma baru di TNI bukan lagi sekadar minimum, melainkan optimum. Dengan postur yang optimum, penugasan teritorial dan program pendukung seperti ketahanan pangan dapat berjalan efektif, sehingga ekonomi masyarakat membaik dan NKRI semakin kokoh," pungkas Utut.









