TVRINews, Jakarta
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan pentingnya riset dan inovasi sebagai fondasi dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, dalam Leimena Conference 2026: Indonesia Primary Health Care Scientific Meeting di Gedung BRIN, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Arif mengatakan, sistem kesehatan nasional harus mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan baru, seperti perubahan iklim, transisi demografi, hingga perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, tantangan tersebut membutuhkan pendekatan kesehatan yang lebih menyeluruh dan berbasis bukti ilmiah.
"Kita tidak bisa hanya melibatkan berbagai inovasi dari sisi kesehatan. Kita perlu meningkatkan kesehatan dalam konteks pendidikan, lingkungan, dan sosial," ujar Arif Satria dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Ia mengapresiasi transformasi pelayanan kesehatan primer yang dijalankan Kementerian Kesehatan, mulai dari modernisasi puskesmas, pemanfaatan platform SatuSehat, hingga penguatan layanan kesehatan di tingkat masyarakat.
Menurut Arif, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan machine learning akan membantu tenaga kesehatan dalam mengidentifikasi risiko penyakit, mempercepat diagnosis, serta menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran.
"Sekarang kita bisa mengidentifikasi penduduk yang berisiko tinggi, kemudian melakukan intervensi yang lebih tepat dengan dukungan machine learning,"lanjutnya.
Ia menegaskan, teknologi bukan untuk menggantikan tenaga kesehatan, melainkan menjadi alat pendukung agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif dan akurat.
Selain itu, BRIN juga terus mengembangkan riset di bidang bioteknologi kesehatan, termasuk mendorong pemanfaatan tanaman obat menjadi produk fitofarmaka yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Arif menilai, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem riset yang mampu menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan kesehatan nasional.
"Riset dan inovasi menjadi sangat penting. Kita yakin ketahanan kesehatan masyarakat sangat bergantung pada riset, inovasi, dan pelayanan kesehatan primer yang kuat,"pungkasnya.









