TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan bantuan logistik kedaruratan senilai Rp278.415.408 bagi 420 warga terdampak musibah kebakaran di Kampung Adat Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan guna memastikan kebutuhan dasar para penyintas terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Bantuan disalurkan secara bertahap melalui Sentra Palamarta Sukabumi, Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan Gudang Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana.
"Pada masa tanggap darurat, yang paling utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Karena itu, Kemensos menyalurkan bantuan logistik dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan kepada para penyintas berjalan optimal," kata Gus Ipul dalam keterangannya, dikutip Senin 27 Juli 2026.
Bantuan logistik dari Kemensos didistribusikan dari tiga titik pasokan utama. Dari Sentra Palamarta Sukabumi disalurkan kasur 40 lembar, selimut 50 lembar, family kit 50 paket, kidsware 50 paket, sandang anak 50 stel, sandang dewasa 46 stel, tenda gulung 10 lembar, tenda keluarga 15 unit, dan velbed 3 unit.
Sementara itu, pasokan dari Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat meliputi beras 1.500 kilogram, tenda induk 1 unit, tenda keluarga 5 unit, tenda gulung 100 lembar, kidsware 25 paket, family kit 100 paket, selimut 100 lembar, makanan siap saji 100 paket, makanan anak 50 paket, kasur 75 lembar, sandang dewasa 80 stel, pakaian anak 72 stel, daster 80 potong, perlengkapan ibadah pria 54 paket, perlengkapan ibadah wanita 50 paket, pakaian dalam wanita 50 potong, serta pakaian dalam pria 54 potong.
Adapun bantuan dari Gudang Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi mencakup matras 30 lembar dan kidsware 20 paket.
Selain dukungan dari Kemensos, pemerintah daerah melalui APBD turut menyalurkan bantuan pendamping berupa mi instan 250 dus, nasi liwet 100 bungkus, gula 80 kilogram, biskuit 100 kaleng, air mineral 20 dus, dan perlengkapan mandi 60 paket.
Di lokasi kejadian, Dinas Sosial bersama Tagana, Pordam, BPBD, dan pemerintah daerah terus menangani warga terdampak melalui asesmen, penyediaan lokasi pengungsian, dan penyiapan layanan di posko pengungsian. Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan permakanan para penyintas.
Sebelumnya, kebakaran melanda kawasan tersebut pada Sabtu, 25 Juli 2026 sekitar pukul 13.00 WIB yang diduga dipicu korsleting listrik. Api dengan cepat membesar karena sebagian besar rumah di kawasan adat tersebut berbahan kayu dan beratap ijuk, diperparah tiupan angin kencang serta jarak antarrumah yang berdekatan.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 70 rumah terbakar dan berdampak pada 70 kepala keluarga atau 420 jiwa. Tidak terdapat korban meninggal dunia maupun korban luka-luka dalam musibah ini.
Saat ini sebagian warga memilih mengungsi di rumah kerabat, sementara sebagian lainnya bertahan di lingkungan pengungsian. Kemensos bersama pemda memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyesuaikan dukungan logistik sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat.









