TVRINews, Vladivostok
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi sains dan teknologi antara Indonesia dan Rusia dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto di ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 pada Kamis, 3 September 2026 kemarin.
Kehadiran Mendiktisaintek dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama bilateral, khususnya melalui penguatan jejaring perguruan tinggi dan lembaga riset kedua negara.
Dalam pidatonya sebagai Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia dan Rusia memiliki potensi besar untuk saling melengkapi di berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, energi, hingga sains, teknologi, dan rekayasa maju. Ia juga menempatkan pengembangan sains dan teknologi sebagai kunci menghadapi perubahan ekonomi global.
Menindaklanjuti hal tersebut, Brian Yuliarto menyatakan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya inovasi melalui pendidikan dan penelitian.
“Kerja sama sains dan teknologi menjadi salah satu ruang yang penting untuk terus kita kembangkan bersama,” ujar Brian kutip Jumat, 4 September 2026.
Menurutnya, kolaborasi Indonesia-Rusia perlu diarahkan pada pengembangan riset bersama, pertukaran kepakaran, serta penguatan talenta agar memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
“Kita ingin kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” tuturnya.
Melalui momentum EEF ke-11, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendukung perluasan kerja sama pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dengan Rusia sebagai langkah meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan mendorong pembangunan berbasis inovasi.










