TVRINews – NTB
Pemerintah merancang pemulihan terpadu Desa Adat Sade pasca-kebakaran dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dan penerapan sistem proteksi modern
Pemerintah pusat resmi menginisiasi rancangan strategis jangka panjang untuk memulihkan kawasan permukiman tradisional Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

(Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat mengunjungi Desa Adat Sade (Foto: Bakom RI))
Langkah komprehensif ini ditempuh guna mengembalikan fungsi sosial, kultural, dan ekonomi wilayah tersebut setelah insiden kebakaran melanda beberapa waktu lalu.
Dalam keterangan resmi yang dirilis di Lombok Tengah, Jumat 4 September 2026, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa pemulihan kawasan wisata budaya ini menempatkan warga setempat sebagai pemegang peran utama. Penataan ulang dirancang agar tetap menjaga keaslian arsitektur tradisional sekaligus meningkatkan standar keamanan kawasan.

(Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam rapat koordinasi lintas instansi untuk pemulihan Desa Sade. (Foto: Bakom RI))
"Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. Insyaallah kita bisa berkolaborasi," ujar Widiyanti melalui pernyataan resminya.
Guna memastikan efektivitas kebijakan tersebut, koordinasi lintas instansi telah digelar bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Rencana aksi ini mencakup pembentukan satuan tugas lintas sektor untuk pendataan akurat, pembukaan kanal donasi terpusat, serta penyediaan pasokan material bangunan autentik.
Selain itu, penyusunan rancangan induk (masterplan) fisik mengintegrasikan sistem mitigasi risiko yang lebih baik. Pemerintah berencana menghadirkan fasilitas proteksi kebakaran komunal, pembangunan cadangan air darurat, serta perbaikan infrastruktur sanitasi yang diselaraskan dengan estetika arsitektur lokal.
Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi prototipe bagi ketahanan desa adat di berbagai wilayah Indonesia dalam menghadapi potensi risiko bencana di masa mendatang, tanpa kehilangan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.










