TVRINews, Kediri
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi jalan bagi anak-anak yang sempat putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan. Program gratis berbasis asrama dari Kementerian Sosial ini tidak hanya membuka akses belajar, tetapi juga membangun kembali motivasi dan harapan siswa dari keluarga prasejahtera.
Salah satu yang menerima manfaat, yakni Muhammad Iddika Muhtar atau Dika, siswa kelas VII SRT 1 Kediri. Remaja asal Desa Tengger Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri itu mengaku pernah berhenti sekolah saat memasuki jenjang SMP karena kehilangan semangat belajar.

“Dulu malas, terus di rumah tidak ada kegiatan. Iseng-iseng ikut teman kerja jadi driver,” ujar Dika kutip Jumat, 4 September 2026.
Selama tidak bersekolah, Dika memilih bekerja sebagai sopir bantu untuk mengisi waktu luang. Anak sulung dari tiga bersaudara yang berasal dari keluarga buruh tani itu mengatakan orang tuanya sempat pasrah melihat dirinya enggan melanjutkan pendidikan.
Harapan baru muncul ketika ia mengetahui adanya Sekolah Rakyat. Meski awalnya tidak berniat mendaftar, Dika akhirnya berubah pikiran setelah melihat banyak teman seusianya bergabung.
“Aslinya itu saya tidak mau. Habis itu kok tahu teman-teman saya banyak, ya saya juga ikutan,” katanya.
Keputusan tersebut menjadi titik balik yang mengubah kehidupannya. Lingkungan sekolah yang inklusif serta dukungan dari guru dan teman sebaya membuat Dika kembali menikmati proses belajar.
Sistem asrama di Sekolah Rakyat turut membentuk kebiasaan hidup yang lebih disiplin. Dika kini terbiasa merapikan tempat tidur, membersihkan kamar, hingga mencuci pakaiannya sendiri sebagai bagian dari rutinitas harian.
Perubahan itu membuatnya merasa lebih bertanggung jawab dan tidak lagi memiliki rasa malas untuk bersekolah. Ia pun semakin termotivasi untuk menyelesaikan pendidikannya.
Selain menyukai mata pelajaran IPA, IPS, dan Bahasa Jawa, Dika bercita-cita menjadi seorang penyanyi. Ia berharap dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Rakyat untuk mengembangkan bakatnya.
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah diharapkan terus menghadirkan kesempatan kedua bagi anak-anak yang rentan putus sekolah, sehingga mereka tetap memiliki akses pendidikan yang setara dan peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.










