TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menyatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan hidrogen alami sebagai sumber energi rendah karbon yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikannya dalam rapat koordinasi pemanfaatan hidrogen alami yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Dewan Energi Nasional (DEN).
Stella menjelaskan, hidrogen alami merupakan gas yang terbentuk secara geologis di bawah permukaan bumi. Dibandingkan sumber energi konvensional, hidrogen alami dinilai memiliki emisi karbon yang lebih rendah, biaya produksi yang kompetitif, serta potensi cadangan yang menjanjikan.
Menurutnya, peluang tersebut harus didukung oleh penguatan riset dan inovasi agar pemanfaatannya dapat dilakukan secara aman dan berkelanjutan. Perguruan tinggi serta lembaga penelitian memiliki peran strategis dalam mengembangkan kajian mengenai karakteristik geologi, teknologi eksplorasi, metode pengolahan, hingga standar keselamatan.
“Pengembangan hidrogen alami harus dilakukan secara terukur, berbasis riset, dan didukung oleh kerangka regulasi yang memadai. Dengan pendekatan yang tepat, potensi yang dimiliki Indonesia dapat dikembangkan untuk mendukung kepentingan nasional,” kata Stella kutip Jumat, 4 September 2026.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga riset, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat penyusunan regulasi, penguatan pembiayaan riset, serta pengembangan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia mampu memanfaatkan potensi hidrogen alami sebagai salah satu pilar transisi energi nasional.










