TVRINews, Jakarta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya membangun dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Hal itu disampaikan Tito saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Tito, penguatan desa menjadi langkah penting untuk menekan urbanisasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Saat ini, sekitar 56 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan sisanya berada di perdesaan.
"Di kita, 56 persen penduduk tinggal di kota. Ini yang harus kita dorong supaya desa-desa berkembang dan diperkuat," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia menjelaskan pemerintah telah menempuh tiga langkah utama untuk memperkuat pemerintahan desa.
Pertama, melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai dasar pemerataan pembangunan.
Kedua, pembentukan kementerian yang secara khusus menangani urusan desa. Ketiga, penyaluran dana desa untuk memperkuat pembangunan sekaligus mengurangi kesenjangan antara desa dan kota.
Menurut Tito, kebijakan tersebut bertujuan agar desa mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mewujudkan kemandirian keuangan.
"Tujuannya adalah mendorong desa lebih berkembang, membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi, dan memberikan keleluasaan agar desa mandiri secara keuangan," kata Tito.
Melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus yang bekerja sama dengan Universitas Indonesia, para kepala desa akan mendapatkan pembekalan mengenai manajemen pemerintahan, administrasi, kepemimpinan, hingga pengembangan inovasi dalam mengelola potensi desa.
Tito mengatakan program ini juga bertujuan menyetarakan kompetensi kepala desa yang berasal dari latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda, tetapi memiliki tanggung jawab yang sama dalam memajukan desa.
Ia menambahkan Universitas Indonesia dipilih sebagai mitra karena dinilai memiliki kapasitas akademik yang mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya kepala desa.
"Harapan kita dengan kerja sama ini nanti bisa menambah kemampuan kepala desa sehingga pengelolaan desa menjadi lebih baik dan memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional," tutur Tito.
Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II diikuti oleh 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026.










