TVRINews, Jakarta
SEAMEO Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO RECFON) menyusun rekomendasi menu bergizi berbasis pangan lokal untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak usia sekolah.
Rekomendasi tersebut merupakan bagian dari hasil penelitian SEAMEO RECFON yang melibatkan lebih dari 4.200 anak usia 7 hingga 18 tahun di 12 kabupaten/kota yang mewakili enam wilayah besar di Indonesia.
Direktur SEAMEO RECFON, Prof. Rini Sekartini, mengatakan penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan pola makan masyarakat dan ketersediaan pangan lokal di setiap daerah.
“Menu selama tujuh hari yang berdasarkan pangan lokal yang tersedia di wilayah tersebut,” ujar Rini dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta Pusat, 9 September 2026.
SEAMEO RECFON menyediakan rekomendasi menu selama tujuh hari untuk masing-masing dari 12 kabupaten lokasi penelitian. Menu disesuaikan dengan bahan pangan yang tersedia dan kebiasaan makan masyarakat setempat.
Rini mencontohkan, menu di wilayah Sumatera dapat menggunakan makanan khas seperti gulai ikan, palai bilih, hingga rendang. Sementara daerah lain menggunakan menu yang berbeda sesuai pangan lokal, dengan tetap memperhatikan komposisi gizi.
Di sisi lain, Deputi Direktur SEAMEO RECFON, Brian Sri Prahastuti, menegaskan penelitian tersebut bukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian dilakukan beberapa tahun sebelum MBG dijalankan pemerintah Indonesia.
“Studi yang dilakukan oleh SEAMEO RECFON ini memang dilakukan beberapa tahun yang lalu sebelum program makan bergizi gratis itu dijalankan oleh pemerintah Indonesia,”kata Brian.
Brian mengatakan hasil penelitian justru menunjukkan adanya kekurangan zat gizi mikro yang berbeda-beda di sejumlah daerah. Karena itu, pemenuhan gizi anak dinilai perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah, bukan menggunakan pendekatan yang seragam.
Hasil penelitian tersebut juga akan menjadi salah satu bahan yang disampaikan SEAMEO RECFON kepada Badan Gizi Nasional. Langkah ini diharapkan dapat mendukung penyusunan menu yang mampu memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.










