TVRINews, Kalimantan Tengah
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan mengatakan jika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memprakirakan potensi awan hujan akan muncul pada 21–28 September 2026 di wilayah Kalimantan Tengah.
Menindaklanjuti prakiraan tersebut, kata dia BNPB memutuskan menggeser armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari Pos OMC Tjilik Riwut, Palangkaraya, menuju Pos Syamsudin Noor di Banjarmasin dan Pangkalan Bun.

“Langkah ini diharapkan meningkatkan peluang pesawat OMC untuk menjalankan misi penyemaian awan guna mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah,” harapnya kutip laman akun YouTube resmi @bnpb_indonesia pada Selasa, 22 September 2026.
BNPB menilai penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi seluruh sumber daya menjadi kunci dalam mengendalikan karhutla, terutama ketika operasi udara belum dapat berjalan maksimal akibat kondisi asap.
Selain itu, ia menuturkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pihaknya telah mengerahkan sebanyak 10.700 personel gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, BPBPK, Manggala Agni, perangkat daerah, relawan, hingga aparatur sipil negara.
Selain personel, kata dia berbagai peralatan juga dioptimalkan, mulai dari drone thermal, mesin pompa portabel, selang, nozzle, kendaraan operasional, hingga alat pelindung diri.
“Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah juga mengaktifkan 946 personel di 19 posko, sedangkan TNI menurunkan sekitar 1.220 personel di berbagai wilayah terdampak,”ucap Suharyanto.
Suharyanto menegaskan, seluruh peralatan yang telah tersedia harus segera dimanfaatkan dan tidak hanya disimpan sebagai cadangan. Ia juga meminta pemerintah daerah mengevaluasi kebutuhan personel, akses menuju lokasi kebakaran, serta ketersediaan sumber air di setiap wilayah.










