TVRINews, Jakarta
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berhasil menyelamatkan puluhan ribu hektare lahan persawahan dari ancaman kekeringan akibat iklim ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Intervensi infrastruktur air telah dilakukan di 1.229 lokasi yang mencakup sektor pertanian, kawasan permukiman, hingga titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya pemenuhan pasokan air secara konsisten untuk menjaga produktivitas sektor pertanian serta keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim,” kata Dody dalam keterangannya dikutip , Minggu 23 Agustus 2026.

(Foto: Kementerian PU)
Berdasarkan data Kementerian PU, sebanyak 1.072 lokasi telah selesai ditangani, sementara 157 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.
"Hasil penanganan telah membantu menyelamatkan sekitar 41.252 hektare area sawah serta melayani kebutuhan air bersih bagi 616.033 jiwa," jelasnya.
Pada sektor pertanian, pemerintah memprioritaskan pemompaan air dari sungai ke areal persawahan, normalisasi saluran irigasi, pembuatan saluran darurat, hingga optimalisasi jaringan air. Dari 157 lokasi target pertanian, sebanyak 124 lokasi telah rampung ditangani. Pemompaan air sungai menjadi metode dominan yang diterapkan pada 69 lokasi.
Sementara untuk wilayah permukiman, Kementerian PU memfokuskan bantuan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga. Distribusi air bersih telah menjangkau 811 lokasi dari total 931 titik penanganan permukiman.

(Foto: Kementerian PU)
Untuk sektor kebencanaan karhutla, pemerintah menangani 141 lokasi dengan 137 titik di antaranya telah berhasil dipadamkan.
Pulau Jawa mencatatkan cakupan penanganan terbesar dengan total 728 lokasi. Intervensi di wilayah ini berhasil menyelamatkan 26.346 hektare lahan sawah serta memasok air bersih untuk 533.604 jiwa.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus menyiagakan infrastruktur pendukung air guna menjaga stabilitas produksi pangan dan kebutuhan harian masyarakat.
"Melalui berbagai langkah tersebut, Kementerian PU terus mengerahkan sumber daya dan infrastruktur yang tersedia untuk menghadapi dampak kekeringan, menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, serta melindungi lahan pertanian agar produktivitas pangan tetap terjaga," pungkas dia.










