TVRINews, Jakarta
Wamen Komunikasi dan Digital Nezar Patria mendorong pembangunan infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) nasional melalui penguatan kapasitas komputasi dan pengembangan talenta digital. Menurutnya, Indonesia harus mampu berperan lebih besar dalam ekosistem AI global, bukan hanya sebagai pengguna teknologi.
Dalam acara Pertemuan dan Kolaborasi Menyatukan Inovasi, Mengakselerasi Perkembangan Ekosistem AI Nasional di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026. Nezar mengatakan keberadaan compute cluster nasional menjadi salah satu fondasi penting untuk mempercepat pengembangan teknologi AI di dalam negeri.
"Ada dua hal penting yang perlu diperkuat, yaitu pembangunan infrastruktur AI dan penguatan compute cluster. Bersamaan dengan itu, talenta digital Indonesia juga harus terus dikembangkan agar mampu menghadapi persaingan global," ujar Wamen Komdigi Nezar Patria dalam keterangan yang dikutip, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut Nezar, teknologi AI saat ini membutuhkan dukungan komputasi berskala besar untuk mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari riset, pengembangan model AI, hingga penerapan solusi digital di berbagai sektor.
Ia menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi asing, tetapi harus memiliki kemampuan untuk menciptakan dan mengembangkan teknologi AI secara mandiri.
"Kita jangan hanya menjadi pengguna teknologi. Indonesia harus memiliki posisi sebagai pemain penting yang ikut menentukan arah perkembangan dan pemanfaatan AI," kata Nezar.
Wamen Komdigi menjelaskan, pengembangan AI menjadi salah satu bagian dari agenda besar menuju Visi Indonesia Digital 2045. Pemerintah menargetkan ekosistem digital yang mampu menghadirkan teknologi yang inklusif, memperkuat industri nasional, serta menjaga kedaulatan digital Indonesia.
Namun, Nezar menilai keberhasilan pengembangan AI tidak hanya bergantung pada investasi teknologi, tetapi juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, akademisi, BUMN, komunitas, dan para inovator.
"Yang paling penting adalah membangun kerja sama yang kuat agar ekosistem AI Indonesia dapat tumbuh secara inklusif, memiliki daya saing, dan tetap berdaulat," ujarnya.
Nezar menyebut Indonesia memiliki sejumlah modal untuk memperkuat industri AI, mulai dari potensi sumber daya energi, mineral strategis, hingga jumlah penduduk usia produktif yang dapat menjadi kekuatan talenta digital.
Ia menambahkan, perkembangan AI kini menjadi bagian dari persaingan global. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat kapasitas nasional agar mampu memanfaatkan peluang sekaligus menghadapi tantangan perkembangan teknologi masa depan.










