TVRINews, Jakarta
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menghadiri sekaligus menyerahkan Anugerah Adinata Syariah 2026 kepada sejumlah pemerintah daerah (Pemda) berprestasi.
Penghargaan tersebut diberikan dalam tiga kategori, yakni Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah, Pariwisata Ramah Muslim, dan Inkubasi Bisnis Syariah.
Anugerah Adinata Syariah merupakan inisiatif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sebagai bentuk apresiasi kepada Pemda yang dinilai berhasil menunjukkan komitmen, inovasi, dan kontribusi nyata dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.
Dalam keterangannya, Tito menegaskan potensi ekonomi syariah di Indonesia perlu terus dioptimalkan. Menurutnya, ekonomi syariah tidak hanya dipandang sebagai isu keagamaan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi yang mampu mendorong kemajuan daerah.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai masih memiliki ruang yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal.
"Data yang saya dapatkan, negara penghasil sertifikat halal atau industri halal justru adalah negara-negara yang bukan mayoritas muslim, seperti Tiongkok, Brazil, dan Australia," ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 7 Juli 2026.
Ia mengapresiasi penyelenggaraan Anugerah Adinata Syariah 2026 yang dinilai dapat memotivasi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan potensi industri halal di wilayah masing-masing.
Menurut Tito, pengembangan ekonomi syariah merupakan bagian dari upaya pemerintah memanfaatkan peluang ekonomi yang besar. Di sisi lain, Indonesia tetap berpegang pada prinsip pluralisme dan menghormati seluruh agama.
Lebih lanjut, Tito berharap pemerintah daerah semakin terpacu mengembangkan berbagai sektor ekonomi berbasis syariah. Langkah tersebut diyakini dapat menjadi salah satu kontributor penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, peluang pengembangan ekonomi syariah juga terbuka luas untuk menjangkau pasar internasional, termasuk negara-negara di kawasan Timur Tengah.
"Supaya ekonomi syariah ini menjadi potensi kontributor bagi pertumbuhan ekonomi. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang luar biasa," tutur Tito.










