TVRINews, Jakarta
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) meluncurkan Kick-Off Gerakan Nasional Festival Panen Raya KOWANI untuk Penguatan Ketahanan Pangan Nasional melalui Seminar Nasional yang digelar secara hibrida di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Graha Mandiri, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Peluncuran gerakan ini menjadi bagian dari komitmen KOWANI dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan perempuan. Program tersebut mencakup pengembangan pangan lokal, hilirisasi hasil pangan, penanaman pohon pangan, penguatan koperasi dan UMKM, hingga dukungan terhadap inisiatif Tempe Indonesia menuju UNESCO.
Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahjanto, mengatakan gerakan tersebut merupakan langkah awal membangun sinergi berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, peran perempuan dan keluarga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
"KOWANI tidak sedang menyiapkan sebuah acara. KOWANI sedang menyiapkan sebuah peradaban. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga yang tangguh, dan keluarga yang tangguh dimulai dari perempuan yang berdaya,"ujar Nannie dalam keterangan yang diterima tvrinews di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.
Sebagai organisasi federasi perempuan yang berdiri sejak Kongres Perempoean Indonesia 1928, KOWANI menegaskan kembali perannya sebagai wadah perjuangan perempuan Indonesia. Melalui gerakan nasional ini, KOWANI mengajak pemerintah, DPR RI, perguruan tinggi, dunia usaha, koperasi, UMKM, petani, nelayan, organisasi perempuan, media, hingga masyarakat untuk membangun ekosistem ketahanan pangan melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam rangkaian menuju peringatan 100 Tahun KOWANI pada 2028, organisasi tersebut juga meluncurkan empat program strategis, yakni Gerakan Nasional Festival Panen Raya KOWANI, KOWANI Car Free Day melalui Fun Walk Gerakan Nasional Tempe Goes to UNESCO yang dijadwalkan pada 9 Agustus 2026, pengembangan Pamong Pramuka KOWANI sebagai bagian dari kaderisasi kepemimpinan perempuan, serta transformasi digital melalui peluncuran situs resmi dan Portal Ruang Perempuan.
Pada kesempatan yang sama, Nannie menyerahkan Concept Note Strategis Nasional kepada Komisi IV DPR RI sebagai masukan bagi penguatan kebijakan di sektor pertanian, pangan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan lingkungan hidup.
KOWANI juga menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Tempe Indonesia menuju UNESCO dan pengembangan KOWANI Goes to UNESCO – Memory of the World sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah perjuangan perempuan Indonesia di tingkat internasional.
Selain itu, organisasi tersebut memperkenalkan Gerakan 1.000 Profesi, 1.000 Sertifikasi, dan 1.000 Solusi untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, kewirausahaan, serta kepemimpinan perempuan dalam mendukung percepatan Asta Cita, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan implementasi prinsip-prinsip CEDAW.
Menutup sambutannya, Ketua Umum KOWANI mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi demi membangun masa depan Indonesia.
"Mari kita wariskan bukan hanya organisasi yang besar, tetapi gerakan yang besar. Mari kita wariskan bukan hanya sejarah, tetapi masa depan. Dari Rumah Besar KOWANI, mari kita melangkah bersama menuju 100 Tahun KOWANI, memasuki Abad Kedua Perjuangan dan Peradaban Perempuan Indonesia, serta menghadirkan perempuan Indonesia sebagai penggerak kemajuan, penjaga persatuan, dan pembangun peradaban,”pungkasnya.









