TVRINews, Garut
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut menggelar doa bersama untuk memperingati satu tahun tragedi Pendopo Garut yang terjadi pada 18 Juli 2025. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para korban sekaligus refleksi agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut, Ardiansyah, mengatakan peringatan itu menjadi momentum untuk mengenang tiga korban meninggal dunia serta puluhan warga yang mengalami luka-luka dalam insiden saat penyelenggaraan acara di kawasan Pendopo Garut.
Selain mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk menyampaikan harapan agar penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar lebih mengutamakan aspek keselamatan, pengamanan, dan pengawasan. Ardiansyah juga menilai penanganan hukum atas peristiwa tersebut masih perlu mendapat perhatian.
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut berharap aparat penegak hukum terus menindaklanjuti penyelidikan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga memberikan kepastian hukum.
"Melalui doa bersama ini kami ingin mengenang para korban sekaligus mengajak masyarakat mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut," ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Senin,27 Juli 2026.
"Kami juga berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional dan memberikan kepastian hukum," katanya.
Aksi bertajuk "Melawan Lupa" berlangsung damai dan ditutup dengan seruan kepada masyarakat untuk terus mengawal proses penegakan hukum. Bagi para peserta, tiga korban jiwa bukan sekadar angka statistik, melainkan pengingat setiap nyawa memiliki nilai yang harus dihormati dan diperjuangkan keadilannya.
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Garut juga berharap tragedi yang terjadi satu tahun lalu menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan demi mencegah peristiwa serupa terulang.









