TVRINews, Bali
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di berbagai daerah, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan transformasi digital serta pembentukan karakter generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan dan pengembangan potensi generasi muda di seluruh Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan pendidikan nasional harus mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan solusi atas berbagai tantangan bangsa.
“Pendidikan kita harus membumi, hadir di tengah rakyat, dan mampu memberikan solusi atas berbagai problematika. Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya menjulang dalam prestasi global, tetapi tetap memiliki integritas dan nasionalisme yang kokoh sebagai kader bangsa,”kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 23 Mei 2026.
Sebagai bentuk implementasi, Kemendikdasmen menggandeng berbagai pihak untuk mengirimkan tenaga profesional dan alumni penerima beasiswa ke wilayah Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka bertugas memberikan edukasi digital sekaligus pendampingan teknis kepada siswa dan guru di daerah terpencil.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menekankan pentingnya penguatan sarana teknologi pendidikan di sekolah-sekolah wilayah 3T.
Menurut Gibran, penggunaan perangkat pembelajaran modern seperti Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) perlu terus diperluas agar guru dan siswa di daerah terpencil dapat memanfaatkan teknologi secara optimal.
“Kita ingin memastikan program pendidikan menyentuh area-area yang selama ini sulit dijangkau. Digitalisasi melalui alat-alat pendidikan modern harus bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa di wilayah 3T,”ungkap Gibran.
Selain penguatan digitalisasi di tingkat dasar, pemerintah juga memberi perhatian pada peningkatan keterampilan tingkat tinggi atau high skill bagi siswa pendidikan menengah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi persaingan global sekaligus memaksimalkan bonus demografi Indonesia.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan teknologi pendidikan, Kemendikdasmen menargetkan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan berkualitas secara merata tanpa terkecuali. Pemerintah meyakini peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan adaptasi teknologi menjadi fondasi penting menuju Indonesia maju.










