TVRINews, Kediri
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengungkapkan sejumlah daerah telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Beberapa lokasi yang masuk dalam daftar usulan berasal dari Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, hingga DKI Jakarta.
Ketua Organizing Committee (OC) Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan hingga saat ini PBNU telah menerima sejumlah usulan lokasi penyelenggaraan muktamar.
“Lokasinya tetap ada. Yang sudah mengusulkan itu sekarang kan yang jelas ada beberapa,” kata Gus Ipul di Teras Gubuk, kompleks Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri
Menurut dia, usulan tersebut datang dari sejumlah daerah, mulai dari Sumatera Barat, NTB, Jawa Timur, hingga Jakarta. Khusus di Jawa Timur, terdapat dua pondok pesantren yang telah menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah, yakni Pondok Pesantren Lirboyo dan Pondok Pesantren Tambakberas.
“Salah satu dari Sumatera Barat, kemudian juga di NTB, yang ketiga di Jawa Timur, khususnya yang mengajukan Lirboyo dan Tambakberas, kemudian yang terakhir Jakarta,” ujarnya.
Gus Ipul menjelaskan, PBNU masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut sebelum menentukan lokasi pelaksanaan Muktamar NU. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kemudahan akses bagi para peserta, terutama pengurus cabang dan wilayah dari berbagai daerah.
“Yang akan jadi pertimbangan PBNU ke depan tentu waktunya juga sudah pendek, yang akses cabang dan wilayah itu bisa dengan mudah menjangkau, mungkin salah satu pertimbangannya itu,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penentuan lokasi muktamar tidak hanya didasarkan pada faktor aksesibilitas. PBNU juga akan mempertimbangkan berbagai aspek lain yang akan dibahas bersama jajaran pengurus dan para ulama.
“Tetapi tentu ini ada pertimbangan-pertimbangan lain yang jadi bahan diskusinya para pengurus PBNU khususnya, dan jajaran para ulama,” tutur Gus Ipul.
Ia menambahkan, keputusan akhir terkait lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 akan ditetapkan setelah melalui konsultasi dengan para ulama.
“Nanti tentu akan dikonsultasikan dengan banyak ulama untuk menentukan pilihan tempat muktamar,” pungkasnya.









