TVRINews, Lombok
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Bali, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dudy mengatakan seluruh unsur terkait langsung bergerak setelah menerima informasi kebakaran sekitar pukul 04.20 WITA. Proses pencarian, pertolongan, evakuasi, dan pendataan penumpang terus dilakukan.
"Prioritas kami saat ini adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal serta memastikan mereka yang telah ditemukan segera mendapatkan pertolongan yang diperlukan,"ujar Dudy dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 12 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin mencatat sebanyak 114 penumpang, di luar awak kapal. Namun, hingga Rabu sore, petugas telah menemukan 173 orang, dengan rincian 172 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.

Pada Rabu malam, satu kapal juga dilaporkan sedang menuju Pelabuhan Lembar dengan membawa 39 orang. Dudy menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.
"Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan belasungkawa dan doa agar diberikan kekuatan serta ketabahan,"lanjutnya.
Menhub Minta Data Penumpang Diverifikasi
Menhub juga menginstruksikan verifikasi menyeluruh terhadap data manifest dan jumlah orang yang telah ditemukan. Perbedaan antara data manifest dengan jumlah penumpang yang dievakuasi menjadi perhatian serius pemerintah.
Menurut Dudy, kemungkinan adanya penambahan penumpang setelah surat izin berlayar diterbitkan akan menjadi bagian dari evaluasi dan investigasi.
“Untuk diketahui, ketika kapal mengajukan surat izin berlayar, pada umumnya jumlah penumpang sudah didaftarkan. Namun demikian, sebelum kapal benar-benar berlayar, biasanya ada penambahan penumpang yang tidak dilaporkan. Inilah yang menjadi bahan evaluasi, walaupun surat izin berlayar sudah diterbitkan, penambahan jumlah penumpang harus tetap dilaporkan,”ucapnya.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Dudy menyerahkan penyelidikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia meminta semua pihak menunggu hasil investigasi resmi.
“Kami tidak ingin mendahului hasil investigasi. Yang terpenting, penyebab kejadian ini nantinya dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran. Satu hal perlu diketahui, KMP Putri Yasmin dalam kondisi laik laut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir yang dilakukan pada bulan Juni 2026,” imbuhnya.
Operasi Penyelamatan Berlangsung Tujuh Hari
Pemerintah akan melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan hingga tujuh hari ke depan. Posko pengaduan masyarakat juga telah dibuka bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Dudy meminta masyarakat segera menyampaikan laporan kepada petugas apabila memiliki anggota keluarga yang diduga menjadi penumpang KMP Putri Yasmin.
Untuk penanganan korban, pemerintah melalui PT Jasa Raharja memastikan hak para korban diberikan, termasuk biaya perawatan dan pengobatan serta santunan. Sementara kendaraan milik penumpang akan mendapatkan penggantian melalui PT Asuransi Jasaraharja Putera.
Dudy turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, KSOP Lembar, Distrik Navigasi Benoa, pemerintah daerah, petugas pelabuhan, tenaga kesehatan, serta unsur lainnya.
Apresiasi juga diberikan kepada kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian dan langsung memberikan pertolongan setelah menerima informasi marabahaya.
“Seperti yang kita ketahui, perairan Lombok memiliki karakter arus yang cukup kuat, sehingga saat terjadi kecelakaan, diperlukan reaksi yang sangat cepat untuk penyelamatan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses evakuasi ini,”tandasnya.
Usai meninjau Posko SAR di Pelabuhan Lembar, Dudy juga mengunjungi sejumlah korban yang menjalani perawatan di RSUD Patut Patuh Patju. Ia berharap seluruh korban segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas.
Peninjauan turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, serta perwakilan Basarnas, TNI, Polri, ASDP, Jasa Raharja, dan operator kapal.










