TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan tiga mantan Perdana Menteri Thailand di Gedung Danantara, Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai kerja sama ekonomi dan peluang investasi antara Indonesia dengan Thailand.
Dalam pertemuan yang diunggah dalam akun @sekretariat.kabinet pada Kamis, 9 Juli 2026, Presiden Prabowo didampingi jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yakni Rosan Roeslani, Dony Oskaria, dan Pandu Sjahrir.
Tiga tokoh Thailand yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Thaksin Shinawatra, Yingluck Shinawatra, dan Paetongtarn Shinawatra. Ketiganya diketahui pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada periode berbeda.
(Foto: instagram @sekretariat.kabinet)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan mencerminkan hubungan baik yang telah terjalin antara Indonesia dan Thailand.
"Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai wujud eratnya persahabatan yang telah terjalin sejak lama," ujar Teddy Indra Wijaya, dalam keterangannya yang dikutip, Jumat, 10 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Thaksin Shinawatra yang kini menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara turut memberikan pandangan terkait strategi pengelolaan investasi, pengembangan aset, serta penguatan ekonomi nasional.
Menurut Teddy, pertukaran gagasan dengan tokoh internasional menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jaringan kerja sama dan meningkatkan peran Indonesia dalam perekonomian global.
"Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring persahabatan sekaligus membuka ruang bagi pertukaran gagasan dan pengalaman sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama internasional," kata Teddy.
Sementara itu, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membahas tantangan ekonomi dunia serta peluang kolaborasi strategis di kawasan ASEAN.
"Kemitraan yang dibangun atas dasar saling percaya dan kepentingan bersama menjadi pondasi penting untuk menghadirkan investasi berkualitas, memperkuat daya saing, dan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan bagi Indonesia," ujar Rosan.
Selain membahas investasi, pertemuan tersebut juga menyoroti sejumlah sektor potensial, mulai dari penguatan tata kelola, pengembangan industri bernilai tambah, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah berharap komunikasi dengan berbagai tokoh global dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia.










