TVRINews, Yogyakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti membuka program Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended–Magang Gelombang 2 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembinaan pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen se-DI Yogyakarta.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi guru vokasi agar mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan memiliki daya saing di dunia kerja.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan peningkatan kompetensi guru tidak hanya difokuskan pada kemampuan mengajar, tetapi juga pada pemahaman terhadap budaya kerja di dunia usaha dan dunia industri melalui program pemagangan.

"Kami ingin memastikan para guru tidak hanya hebat dalam mengajar. Dengan pemagangan, mereka juga mampu menyelami langsung budaya kerja industri, sehingga mereka betul-betul nanti bisa memperkuat pembelajaran berbasis projek (project-based learning), dan sekaligus sebagian menjadi awal untuk memperkuat teaching factory sehingga mendapatkan imbas pendapatan yang bisa digunakan secara bergulir untuk operasional pembelajaran," ujar Tatang dalam keterangan yang diterima tvrinews, Kamis, 9 Juli 2026.
Pada gelombang kedua ini, sebanyak 177 guru dari berbagai daerah mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 1–29 Juli 2026. Kegiatan memadukan pembelajaran daring, pendalaman materi di balai, praktik kejuruan, hingga magang di industri dalam 17 konsentrasi keahlian bidang seni dan budaya. Peserta juga memperoleh materi mengenai kebijakan pendidikan, pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) dalam pembelajaran, serta akan mengikuti gelar karya dan uji kompetensi pada akhir program.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menyiapkan lulusan untuk memasuki dunia kerja. Menurutnya, pendidikan berperan membangun karakter dan peradaban bangsa melalui pengembangan seluruh potensi manusia.
"Kalau kita kembali ke Undang-Undang Sisdiknas, pendidikan itu tujuannya adalah untuk membentuk atau membangun karakter dan peradaban bangsa. Dan kalau kita bicara tentang penguatan pendidikan karakter, kita bicara mengenai bagaimana pengembangan potensi-potensi fitrah manusia yang dilakukan melalui olah pikir, olah raga, olah rasa, dan olah hati,"ungkap Mu’ti.
Ia menilai seni dan budaya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat identitas bangsa. Karena itu, pengembangan pendidikan seni dan budaya harus mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Sehingga arah kebijakan kita mengenai seni dan budaya itu tentu harus dalam tiga dimensi. Dimensi pertama adalah dimensi edukatif. Kedua, dimensi kreatif. Selanjutnya, dimensi konservatif sebagai upaya pelestarian nilai dan kekayaan budaya bangsa, serta dimensi progresif untuk menjawab perkembangan masa depan. Di sinilah tiga dimensi tadi itu harus jalan semuanya," jelasnya.
Mendikdasmen juga menekankan bahwa kreativitas akan tetap menjadi kompetensi utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial. Menurutnya, teknologi dapat membantu proses berkarya, tetapi tidak dapat menggantikan kreativitas dan olah rasa manusia.
"Di situlah kenapa kemudian olah rasa itu menjadi penting. Di situlah proses kreatif yang dibuat manusia itu tidak bisa diganti oleh teknologi, tapi tidak kemudian kita anti-teknologi itu," tegasnya.
Selain itu, Abdul Mu'ti mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun kepercayaan diri peserta didik SMK, khususnya di bidang seni dan budaya, agar mampu menghasilkan karya yang berakar pada budaya Indonesia dan berdaya saing di tingkat global.
"SMK-SMK ini tidak boleh menjadi program dan menjadi pilihan studi yang dianggap second class. Kami di kementerian berkomitmen untuk membangun rasa percaya diri murid-murid SMK itu dengan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki,"ucapnya.
Salah satu peserta, Zirwen, guru dari SMK Negeri 4 Padang, Sumatera Barat, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru melalui pelatihan tersebut. Ia menilai materi yang diberikan tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga mendorong kreativitas dalam proses pembelajaran di sekolah.
"Pelatihan yang diselenggarakan di BBPPMPV Seni dan Budaya ini mampu memberikan tantangan untuk meningkatkan kreativitas, baik dalam berkarya maupun dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Ketika saya selesai mengikuti pelatihan dan kembali ke sekolah, saya membawa banyak hal baru yang bisa dibagi kepada generasi muda, anak-anak didik di lapangan. Mereka sangat bahagia, karena gurunya tidak saja bisa berteori tetapi lebih dari itu, mampu juga berkarya,"kata Zirwen.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan suasana penuh semangat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Hari Baru, karya orisinal ciptaan Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian peningkatan kompetensi guru vokasi seni dan budaya yang diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran vokasi di Indonesia.










