TVRINews, Jakarta
Kamar Dagang Guanglian Indonesia (GLCC) bersama PIKKO Group sukses menyelenggarakan Safari Bazaar Maple Park 2026 di Apartemen Maple Park, Jakarta Utara, pada 29–30 Mei 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan lebih dari 30 tenant UMKM dan merek lokal, sekaligus menjadi ajang memperluas jejaring bisnis melalui Business Forum dan Networking Session.
Safari Bazaar menawarkan beragam produk unggulan dengan harga promosi spesial, mulai dari kuliner, kesehatan, gaya hidup, perlengkapan rumah tangga, hingga produk inovatif. Sejumlah tenant yang berpartisipasi di antaranya Soes Surgawi, Puffo, Sagolicious, Warcin, Kopi Konglomerat, Laoban by Uncle Osh Tebet, Nasi Lemak Bahru Bogor, KIBO, Eiji, Bolde, Ras Eye, Pathlab, Kinderu, Nusara Chic, dan Alvita.
Selain aktivitas jual beli, acara juga diramaikan berbagai kegiatan hiburan dan sosial seperti fashion show, penampilan musik langsung, perlombaan, permainan, donor darah, serta aktivitas komunitas dan keluarga.
Dalam rangkaian acara tersebut, GLCC juga menggelar Business Forum dan Networking Session yang mempertemukan empat organisasi pengusaha, yakni Kamar Dagang Guanglian Indonesia (GLCC), Kamar Dagang dan Industri Jakarta Utara (Kadin Jakarta Utara), Koloni Arsitek, dan The Entrepreneurs Society (TES).
Forum bisnis ini turut dihadiri perwakilan dari Tiongkok, termasuk Sekretaris Jenderal Kamar Dagang Jinhua. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menyambut peluang kolaborasi antara pengusaha Indonesia dan Tiongkok pada masa mendatang.
Sejumlah peluang kerja sama berhasil tercipta dalam forum tersebut. Peserta menjalin kemitraan strategis, melakukan penjajakan bisnis baru, hingga mencatat transaksi penjualan waralaba dan kolaborasi antarmerek yang diharapkan berkembang menjadi kerja sama jangka panjang.
Ketua GLCC, Angga Pramana Jaya, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata misi organisasi dalam membangun ekosistem pengusaha yang saling mendukung dan bertumbuh bersama.
"Tujuan GLCC adalah mengangkat pengusaha kecil menjadi pengusaha menengah, pengusaha menengah menjadi pengusaha besar, dan pengusaha besar menjadi pengusaha konglomerat melalui jaringan kuat yang dimiliki oleh kita masing-masing. Kami percaya bahwa kolaborasi, networking, dan saling mendukung adalah kunci utama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Angga, dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu, 31 Mei 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya berbagai kolaborasi yang lebih besar pada masa mendatang.
"Kami berharap ini bukan hanya menjadi awal pertemuan kita saja, tetapi menjadi awal kerja sama jangka panjang yang mampu melahirkan berbagai program kerja yang bermanfaat bagi para pengusaha lokal Indonesia agar semakin kuat untuk tumbuh, berkembang, dan bersaing bersama," tambahnya.
Melalui Safari Bazaar dan Business Forum, GLCC menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah yang mempertemukan pengusaha, investor, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan peluang bisnis yang lebih luas serta mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.
GLCC merupakan organisasi pengusaha yang beranggotakan empat komunitas besar Tionghoa di Indonesia, yaitu Hakka, Teochew, Hainan, dan Guangzhao. Organisasi ini aktif menggelar program bisnis, jaringan usaha, edukasi, kegiatan sosial, dan pemberdayaan UMKM untuk mendukung perkembangan dunia usaha nasional.
Dengan mengusung tagline "Stronger Networks, Bigger Opportunities", GLCC terus mendorong terciptanya kolaborasi dan pertumbuhan bersama bagi para pelaku usaha di Indonesia.










