TVRINews, Kupang
Kementerian Sosial bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) membangun sinergi kuat untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, mendorong para kepala daerah mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Wali Kota di NTT untuk bergerak cepat mengusulkan lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Ajakan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Gus Ipul saat menghadiri acara dialog Kolaborasi Program Prioritas Presiden Untuk Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi. Agenda yang digelar dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 ini berlangsung di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Kupang, pada Minggu, 31 Mei 2026.
"Untuk para Bupati, Wali Kota, Wakil Bupati, Wakil Wali Kota, target presiden satu kabupaten/kota memiliki satu gedung permanen Sekolah Rakyat, (untuk) Provinsi bisa dua, bisa tiga, tergantung kondisi objektifnya," kata Gus Ipul di hadapan para kepala daerah yang hadir.
Tiba di lokasi acara sekitar pukul 10.30 WITA, Mensos langsung disambut dengan berbagai unjuk bakat dari para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang. Penampilan yang disuguhkan mulai dari baris variasi, pidato dua bahasa (Inggris dan Arab), pementasan drama, paduan suara, pembacaan puisi, hingga tarian komodo.
Aksi penuh percaya diri dari para siswa tersebut sukses membuat suasana haru di antara para hadirin. Gus Ipul menilai bahwa kualitas penampilan para siswa ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan program Sekolah Rakyat dalam menyentuh lapisan masyarakat bawah yang membutuhkan akses pendidikan bermutu.
"Sekaly lagi ini adalah persembahan Bapak Presiden untuk keluarga-keluarga yang selama ini belum terbawa oleh proses pembangunan. Saya ikut bangga tampilan anak-anakku tadi itu luar biasa, saya terima kasih," ujarnya mengapresiasi.
Target Pembangunan Nasional dan Dukungan Pemprov NTT
Dalam arahannya, Gus Ipul memaparkan bahwa saat ini di Provinsi NTT baru terdapat satu titik Sekolah Rakyat rintisan yang berlokasi di Kabupaten Kupang. Kedepannya, sekolah rintisan ini akan segera dipindahkan ke lokasi baru yang permanen dan kini sedang dalam proses pengerjaan fisik.
Secara nasional, Kemensos mencatat saat ini ada 93 titik gedung Sekolah Rakyat permanen yang sedang dalam tahap pembangunan, sementara 7 titik lainnya masih berada dalam proses lelang.
"Mari Bapak-Ibu sekalian renungkan, bayangkan di kabupaten Bapak-Ibu sekalian ada gedung (Sekolah Rakyat) permanen dengan ilustrasi sebagai berikut, dimana ini gambarnya langsung oleh tim presiden dan yang membangun adalah Kementerian Pekerjaan Umum," jelas Mensos seraya menunjukkan maket digital di layar presentasi.
Gayung bersambut, Penjabat Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyatakan kesiapan penuh dan ikut memacu seluruh jajaran Pemkab dan Pemkot di NTT agar secepatnya mengajukan usulan pembangunan guna menyukseskan kerja sama ini.
"Kalian membuktikan kepada Pak Menteri bahwa NTT bisa. Dan ini mempercepat target dari Pak Menteri dan seluruh jajaran adalah NTT punya Sekolah Rakyat di 22 Kabupaten/Kota dan di Provinsinya dua," tutur Melkiades memberi semangat.
Selain program perluasan Sekolah Rakyat, Pemprov NTT juga menyatakan komitmennya untuk mengawal kesuksesan program prioritas Presiden Prabowo Subianto lainnya di daerah, seperti Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, menjadi rujukan penting untuk menentukan berbagai pergerakan dari dukungan sosial bagi masyarakat, terutama yang miskin dan perlu dibantu," pungkas Melkiades.
Sebagai informasi, agenda dialog strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara dan daerah, di antaranya Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, Anggota DPR RI Dipo Nusantara Pua Upa, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, Wali Kota Kupang Kristian Widodo, Bupati Kupang Yosef Dede, pejabat daerah se-NTT, serta para pendamping sosial dan orang tua siswa Sekolah Rakyat.










